Benahi Tingkat Kemudahan Berbisnis Sektor EBT

Selasa, 30 Mei 2023, 08:53 WIB

JAKARTA - Pemerintah harus memperbaiki tingkat kemudahan berbisnis atau ease doing business di Indonesia agar menarik minat investor energi baru dan terbarukan (EBT). Saat ini, penggunaan panel surya di rumah masih dipersulit. Padahal, jika dipermudah, langkah akan menggairahkan investasi di energi hijau.

"Pemerintah Indonesia harus menciptakan iklim investasi yang kondusif seperti proses perijinan yang mudah sehingga ease doing business Indonesia meningkat dan Indonesia menjadi negara destinasi investasi tidak hanya untuk Amerika Serikat (AS) tetapi juga investor lain," tegas Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti, di Jakarta, Senin (29/5), merespons ajakan pemerintah RI terhadap investor EBT asal AS.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Esther mengatakan transisi hijau ini harus didorong seperti penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Namun, lanjutnya, langkah ini membutuhkan biaya besar. Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tentu tidak mampu untuk membiaya transisi hijau sehingga dibutuhkan investor.

Karena itu, dirinya mendukung masuknya investor asal AS ke Indonesia. Terlebih lagi, AS memiliki program friend shoring. AS sedang mencari mitra negara investasi untuk berbagai proyek terkait energi terbarukan dan transisi hijau.

"Insentif yang ditawarkan juga menarik, seperti program tax reduction yang bisa mengurangi inflasi (Undang-Undang Pengurangan Inflasi/ IRA, red). Jadi, kuncinya sekarang di RI sendiri," tandas Esther.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengajak investor AS membenamkan modalnya di sejumlah proyek transisi energi di Indonesia guna mewujudkan ekonomi hijau di kawasan Indo-Pasifik.

"Iklim bisnis yang semakin kondusif, posisi strategis Indonesia di Asean, serta pertumbuhan ekonomi yang tinggi pasca-disrupsi global pada 2020-2022, menjadi daya tawar Indonesia dalam menggaet para Investor dari luar negeri," kata Airlangga dalam pertemuan dengan United States Trade of Representatives (USTR) di sela Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) di Detroit, AS.

Pemerintah Indonesia menargetkan porsi EBT dalam bauran energi nasional bisa naik dari 13 persen pada 2017 menjadi 23 persen pada 2025. Namun faktanya, modal pendukungnya masih minim.

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2017 realisasi investasi di sektor EBT Indonesia sempat mencapai dua miliar dollar AS. Namun, pada beberapa tahun berikutnya cenderung turun hingga menjadi 1,6 miliar dollar AS pada 2022.

Kondisi Berbeda

Kondisi tersebut berkebalikan dengan aliran investasi langsung di sektor mineral dan batu bara (minerba) dan minyak dan gas bumi (migas). Selama periode 2017-2022, realisasi investasi di sektor minerba sekitar 3-5 kali lipat lebih tinggi dibanding EBT. Investasi di sektor migas bahkan 6-9 kali lipat lebih tinggi seperti terlihat pada grafik.

Menurut International Renewable Energy Agency (IRENA), untuk mendorong percepatan transisi energi Indonesia membutuhkan investasi 314,5 miliar dollar AS atau setara 4.706, 45 triliun rupiah (kurs 14.964,86 rupiah/ dollar AS) selama periode 2018-2030 dengan rerata sekitar 17,4 miliar dollar AS atau setara 260,39 triliun rupiah per tahun.

Senior Campaign Strategist, Greenpeace International Tata Mustasya dari hasil survei mengenai risiko global, risiko yang terkait krisis iklim dan lingkungan menjadi risiko yang paling tinggi dalam jangka pendek (dua tahun) dan apalagi dalam jangka yang lebih panjang (10 tahun). Krisis iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga pada manusia, kesejahteraan, dan ekonomi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.