- Home
-
- Luar Negeri
-
- Erdogan Menang Pemilu Puta...
Erdogan Menang Pemilu Putaran ke-2, Memperpanjang 20 Tahun Masa Kekuasaannya
Senin, 29 Mei 2023, 08:38 WIBANKARA - Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan memperpanjang dua dekade masa kekuasaannya pemilu putaran kedua yang digelar pada Minggu (28/5).
Penantangnya, Kemal Kilicdaroglu menyebut sebagai pemilihan paling tidak adil dalam beberapa tahun, namun ia tidak membantah hasil pemungutan suara.
Hasil resmi menunjukkan Kilicdaroglu memenangkan 47,9 persen suara, sedangkan Erdogan 52,1 persen.
Pemilihan tersebut dilihat sebagai salah satu yang paling penting bagi Turki. Oposisi percaya memiliki peluang kuat untuk menggulingkan Erdogan dan membalikkan kebijakannya setelah popularitasnya anjlok akibat krisis biaya hidup.
Sebaliknya, kemenangan memperkuat citra Erdogan yang tak terkalahkan, setelah ia mengubah kebijakan domestik, ekonomi, keamanan, dan luar negeri di negara anggota NATO berpenduduk 85 juta jiwa itu.
Prospek lima tahun lagi pemerintahannya merupakan pukulan besar bagi lawan yang menuduhnya merusak demokrasi saat dia mengumpulkan lebih banyak kekuatan, tuduhan yang dibantah Erdogan.
Dalam pidato kemenangannya di Ankara, Erdogan berjanji meninggalkan semua perselisihan dan bersatu di belakang nilai-nilai dan impian nasional. Namun kemudian mengubah persneling, menyerang oposisi dan menuduh Kilicdaroglu berpihak pada teroris tanpa memberikan bukti.
Erdogan mengatakan pembebasan mantan pemimpin partai pro-Kurdi Selahattin Demirtas, yang dia cap sebagai "teroris", tidak akan mungkin dilakukan di bawah pemerintahannya.
Erdogan mengatakan inflasi adalah masalah paling mendesak di Turki.
Kekalahan Kilicdaroglu kemungkinan akan diratapi oleh sekutu NATO Turki yang telah khawatir dengan hubungan Erdogan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin mengucapkan selamat kepada "sahabatnya" atas kemenangannya.
Presiden AS Joe Biden menulis di Twitter: "Saya berharap dapat terus bekerja sama sebagai Sekutu NATO dalam masalah bilateral dan berbagi tantangan global."
Hubungan AS dengan Turki sempat terhambat oleh keberatan Erdogan terhadap Swedia yang bergabung dengan NATO serta hubungan dekat Ankara dengan Moskow dan perbedaan mengenai Suriah.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Gubernur BI Harus Mampu Menjaga Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil
-
Pengembangan Bibit Unggul Perkuat Fondasi Sektor Perkebunan Indonesia
-
Pemkot Jakpus Imbau Warga Harapan Mulia Pilah Sampah dari Rumah
-
Menbud Ajak Masyarakat Rawat Bahasa dan Budaya
-
Memasuki Fase Puncak Musim Kemarau, Peluang Hujan Sangat Rendah di NTB pada Awal Juli
-
Ukraina Bantah Klaim Moskow Jika Pasukan Russia telah Merebut Kota Penting Kostyantynivka
-
Pemkab Karawang Bersama Sejumlah Perusahaan Bangun Taman Ade Irma
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.