- Home
-
- Luar Negeri
-
- Mahathir: Russia Bisa Pili...
Mahathir: Russia Bisa Pilih Opsi Nuklir
Sabtu, 27 Mei 2023, 02:30 WIBTOKYO - Dunia menghadapi prospek suram perang nuklir seiring konflik Ukraina berlarut-larut. Hal itu disampaikan oleh mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, saat berbicara di forum Future of Asia yang diselenggarakan oleh kelompok beritaNikkeidi Tokyo, Jepang, pada Jumat (26/5).
"Saya pikir Anda tidak bisa membuat Russia menyerah," kata Mahathir Mohamad saat membahas tentang perang Ukraina yang sedang berlangsung.
"Mereka akan berjuang sampai akhir, dan dalam keputusasaan mereka mungkin akan menggunakan senjata nuklir," imbuh dia seraya menambahkan bahwa tidak hanya Ukraina dan Russia saja yang akan menderita, tetapi seluruh dunia.
"Perang nuklir adalah jenis perang terburuk karena tingkat kehancuran yang ditimbulkannya," kata Mahathir, mengenang akhir Perang Dunia II ketika dua bom atom dijatuhkan di Kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada 1945.
Pekan lalu, Hiroshima menjadi tuan rumah KTT Kelompok Tujuh (G7) yang anggotanya adalah negara paling maju di dunia.
"Tampaknya negara-negara G7 pergi ke Hiroshima mencoba membujuk kawasan global southbahwa mereka harus mendukung upaya Barat dalam perang Ukraina," ungkap Mahathir.
Global southadalah istilah yang umumnya digunakan untuk negara-negara kurang berkembang di Amerika Latin, Afrika, Asia, dan Oseania, berbeda dengan negara-negara yang lebih makmur diglobal northtermasuk Amerika Utara, Eropa, dan Australia, serta beberapa negara kaya Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.
"Kita tidak boleh terlibat dalam perang," kata mantan pemimpin itu sebelum mengkritik apa yang disebutnya pola pikir beberapa negaraglobal northyang berpikir bahwa perang adalah solusi untuk konflik antar negara.
Pemerintahan Dunia
Dalam forum Future of Asia juga dibahas soal persaingan antara dua negara adidaya dunia yaitu Tiongkok dan AS. Terkait isu ini, Mahathir Mohamad mendesak negara-negara Asia bahwa mereka seharusnya tidak memihak untuk mendukung AS atau Tiongkok.
"Kita harus mendukung dunia yang mencakup AS, Tiongkok, dan lainnya," ucap dia. "Kita harus membebaskan diri dari pengaruh Barat baik di bidang ekonomi maupun politik," imbuh Mahathir.
Menurut Mahathir, PBB sebagai organisasi perlu direstrukturisasi untuk memimpin upaya global dalam menangani masalah-masalah umum dunia seperti perubahan iklim, pandemi, dan akibat perang. "Kita harus memikirkan pendekatan bersama untuk menangani masalah dunia, melalui semacam pemerintahan dunia," tutur dia.
Future of Asia, yang diadakan oleh Nikkei Jepang setiap tahun sejak 1995, adalah pertemuan internasional di mana para pemimpin politik, ekonomi, dan akademik dari kawasan Asia-Pasifik menawarkan pendapat mereka secara terbuka dan bebas tentang isu-isu kawasan dan peran Asia di dunia.
Tema form tahun ini adalahLeveraging Asia's Power to Confront Global Challenges(Memanfaatkan Kekuatan Asia untuk Menghadapi Tantangan Global). RFA/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.