Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sempat Konflik dengan Italia, OpenAI Nyatakan Tak Berencana Pergi dari Eropa

📅 Jumat, 26 Mei 2023, 14:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sempat Konflik dengan Italia, OpenAI Nyatakan Tak Berencana Pergi dari Eropa Doc: AP/Patrick Semansky
Ket. CEO OpenAI Sam Altman bersaksi di sidang Subkomite Privasi, Teknologi & Hukum Senat bertema 'Pengawasan AI: Aturan untuk Kecerdasan Buatan' di Capitol Hill di Washington, AS, 16 Mei 2023.

JAKARTA - OpenAI tidak berencana untuk meninggalkan Uni Eropa(UE), kata CEO Sam Altman, Jumat (26/5).

Pernyataan tersebut berbeda dengan ancaman yang dibuat awal pekan ini yang menyatakan akan meninggalkan wilayah tersebut jika undang-undang tentang kecerdasan buatan yang akan datang dinilai terlalu sulit.

"Kami sangat senang terus beroperasi di sini dan tentu saja tidak punya rencana untuk pergi," katanya dalam sebuah cuitan di Twitter.

UE sedang mengerjakan apa yang akan menjadi perangkat aturan pertama secara global yang mengatur AI. Dan, Altman pada Rabu lalu mengatakan, draf UU AI Uni Eropa saat ini "terlalu mengatur."

Ancaman Altman menuai kritik dari kepala industri Uni Eropa Thierry Breton dan sejumlah anggota parlemen lainnya.

Altman telah menghabiskan seminggu terakhir melintasi Eropa, bertemu dengan politisi top di Prancis, Spanyol, Polandia, Jerman, dan Inggris untuk membahas masa depan AI, dan kemajuan ChatGPT.

Dia menyebut turnya sebagai "minggu percakapan yang sangat produktif di Eropa tentang cara terbaik mengatur AI!"

Chatbot bertenaga AI ChatGPT, yang didukung oleh Microsoft, telah menciptakan kemungkinan baru seputar AI dan ketakutan akan potensinya telah memicu kegembiraan dan kekhawatiran - dan membawanya ke dalam konflik dengan regulator.

OpenAI pertama kali konflik dengan regulator pada bulan Maret, ketika regulator data Italia Garante menutup aplikasi tersebut, menuduh OpenAI melanggar aturan privasi Eropa.ChatGPT kembali online setelah perusahaan melembagakan langkah-langkah privasi baru bagi pengguna.

OpenAI pada hari Kamis mengatakan akan memberikan 10 hibah yang sama dari dana satu juta dolar AS untuk eksperimen untuk menentukan bagaimana perangkat lunak AI harus diatur dan Altman menyebut hibah itu sebagai "bagaimana memutuskan secara demokratis perilaku sistem AI".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.