Angka Kelahiran Rendah, 1 dari 10 Klinik Anak di Seoul Tutup Sejak 2017

Kamis, 25 Mei 2023, 15:03 WIB

SEOUL - Satu dari 10 klinik anak di Seoul telah ditutup dalam lima tahun terakhir karena tingkat kelahiran yang rendah di Korea Selatan dan profitabilitas yang rendah, data menunjukkan pada Rabu (24/5).

Menurut laporan Health Insurance Review and Assessment Service yang dikutip The Korea Herald, jumlah klinik anak di Seoul menurun menjadi 456 pada tahun lalu, turun 12,5 persen dari 521 pada 2017.

Ket. Foto: Unit neonatal di sebuah rumah sakit di Seoul, Korea Selatan. — Sumber: KED Global

Sementara klinik menghadapi tingkat kelahiran yang sangat rendah, pemerintah juga telah membekukan biaya janji temu dokter selama lebih dari 30 tahun.

"Sulit untuk mengoperasikan klinik anak lagi," kata Lim Hyun-taek, ketua Asosiasi Dokter Anak Korea, saat konferensi pers, Maret lalu.

Dibandingkan dengan departemen kedokteran lain, pediatri hanya menerima biaya janji dokter karena tidak ada biaya tambahan di luar yang ditanggung oleh asuransi kesehatan, katanya.

Lim mengatakan, biaya untuk menemui dokter anak di Korea "hanya 5 persen dibandingkan dengan di Amerika Serikat" dan "bahkan lebih rendah daripada di Kamboja dan Tiongkok".

Kondisi ini mengharuskan rumah sakit menerima setidaknya 80 pasien sehari untuk mempertahankan bisnis, tetapi angka kelahiran yang menurun membuatnya menjadi tidak mungkin, katanya.

Menurut departemen, jumlah klinik radiologi juga menurun sebesar 2,4 persen dari tahun 2017 hingga 2022.

Sementara itu, jumlah klinik psikiatri, anestesiologi, dan bedah kardiotoraks meningkat.

Jumlah klinik psikiatri meningkat sekitar 77 persen dari 302 menjadi 534 selama periode yang sama.Diikuti dengan peningkatan 41 persen di klinik anestesiologi dan 37,5 persen peningkatan di klinik bedah kardiotoraks.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.