Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Suka Keringat Berlebihan? Bisa Jadi Alami Penyakit Ini

📅 Rabu, 24 Mei 2023, 12:12 WIB | Oleh:
Suka Keringat Berlebihan? Bisa Jadi Alami Penyakit Ini Doc: Best Life/iStock
Ket. Ilustrasi

Keringat berlebih atau yang dikenal hiperhidrosis bisa muncul tanpa penyebab khusus. Meski tidak mengancam jiwa, kondisi tersebut tentu dapat membuat tidak nyaman saat beraktivitas.

Keringat berlebih yang terkait dengan hiperhidrosis biasanya paling aktif di tangan, kaki, ketiak, dan selangkangan karena konsentrasi kelenjar keringat yang relatif tinggi.

Hiperhidrosis atau keringat berlebih memiliki dua faktor penyebab. Pertama, hiperhidrosis primer atau keringat berlebih yang terjadi tanpa diketahui penyebab khusus. Sementara, hiperhidrosis sekunder bisa terjadi karena kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti obesitas, asam urat, menopause, tumor, diabetes, sehingga memicu produksi keringat berlebih.

Penyebab hiperhidrosis primer belum dipahami dengan baik, di sisi lain, hiperhidrosis sekunder memiliki daftar panjang penyebab yang diketahui.

Orang dulu berpikir bahwa hiperhidrosis primer terkait dengan kondisi mental dan emosional pasien, bahwa kondisi ini bersifat psikologis dan hanya memengaruhi individu yang stres, cemas, atau gugup.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa individu dengan hiperhidrosis primer tidak lebih rentan terhadap perasaan cemas, gugup, atau stres emosional dibandingkan dengan populasi lainnya ketika terpapar pemicu yang sama. Faktanya, yang terjadi adalah sebaliknya, perasaan emosional dan mental yang dialami oleh banyak pasien hiperhidrosis disebabkan oleh keringat berlebih.

Penelitian juga menunjukkan bahwa gen tertentu berperan dalam hiperhidrosis, sehingga terlihat lebih mungkin untuk diturunkan. Mayoritas pasien dengan hiperhidrosis primer memiliki saudara kandung atau orang tua yang mengalami kondisi tersebut.

Sementara, hiperhidrosis sekunder bisa terjadi akibat mengalami jenis penyakit tertentu. Berikut sejumlah kondisi yang memicu hiperhidrosis sekunder.

  • Cedera sumsum tulang belakang
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Kecemasan
  • Diabetes
  • Asam urat
  • Penyakit jantung
  • Hipertiroidisme atau kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  • Obesitas
  • Penyakit Parkinson
  • Kehamilan
  • Kegagalan pernapasan
  • Herpes zoster
  • Beberapa jenis kanker, seperti penyakit Hodgkin
  • Beberapa infeksi, seperti HIV, malaria, TBC (tuberkulosis)
  • Beberapa obat, termasuk beberapa antidepresan, antikolinesterase (untuk penyakit Alzheimer), pilokarpin (untuk glaukoma), propranolol (untuk tekanan darah tinggi)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.