Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengagetkan Ada Temuan Kasus Campak di Klungkung, Dinkes Bali Langsung Turun Tangan

📅 Jumat, 19 Mei 2023, 18:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan Ada Temuan Kasus Campak di Klungkung, Dinkes Bali Langsung Turun Tangan Doc: Antara Bali/Bagus Andi
Ket. FOTO ARSIP - Anak-anak pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali mendapatkan imunisasi campak sebagai salah satu program kesehatan gratis di posko pengungsian.

Denpasar - Mengagetkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali melakukan pemeriksaan terhadap temuan kasus suspek penyakit campak di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

"Ada suspek gejala menyerupai campak dan itu kita harus lakukan pemeriksaan ke laboratorium di Surabaya, jadi masih harus ditunggu positif tidaknya," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan kasus suspek campak terjadi pada anak berusia 4 tahun di Nusa Penida sekitar dua pekan yang lalu, di mana anak tersebut telah dipulangkan setelah dirawat inap beberapa hari.

"Selama dua kali masa inkubasi tetap kita pantau daerah sekitarnya apa ada anak yang bergejala sama, dan sampai sekarang lewat masa inkubasi campak tidak ada penambahan suspek atau gejala di Nusa Penida," katanya.

Dinkes Bali tetap melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) meskipun menurut pemeriksaan awal anak tersebut telah mendapat imunisasi lengkap, sehingga ada potensi gejala yang dialami seperti demam disertai ruam merah sebagai infeksi virus lain.

Ia menyatakan satu-satunya pencegahan dari campak sendiri adalah melalui imunisasi, hal ini selaras dengan arahan Kemenkes yang meminta provinsi maupun kabupaten/kota melakukan langkah antisipasi Kejadian Luar Biasa Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (KLB PD3I).

Arahan ini muncul dalam Surat Edaran Nomor IM.03.02/C/976/2023 tentang Kewaspadaan Terhadap Peningkatan Kasus dan KLB PD3I yang diluncurkan Direktorat Jenderal P2P Kemenkes.

Di sana disebutkan angka kasus yang tinggi pada 2022, yaitu terdapat satu KLB Polio cVPDV2, 64 KLB campak, 10 KLB rubela, dan 126 KLB difteri.

"Selama ini kalau KLB PD3I kita di Bali bisa dikatakan belum ada, setidaknya tidak seperti provinsi lain yang ditemukan KLB difteri, pertusis, polio. Kalau campak kita ada beberapa (tahun 2022) tapi tidak disebutkan sebagai KLB karena tidak menyebar," katanya.

Ia menjelaskan bahwa satu-satunya cara pencegahan terhadap PD3I adalah imunisasi, dan apabila ditemukan suspek harus segera dilakukan PE, pengambilan sampel, dan tracing kontak.

Dinkes Bali menilai bahwa angka PD3I yang rendah di Pulau Dewata dipengaruhi oleh tingkat imunisasi dasar lengkap yang tinggi, yaitu 100,33 persen sepanjang 2022 dan 26,56 persen selama Januari-April 2023, demikianI Gusti Ayu Raka Susanti .

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.