Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dampak Wabah, Menkes: Covid-19 Pelajaran Berharga yang Didapat dengan Susah Payah

📅 Rabu, 17 Mei 2023, 00:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak Wabah, Menkes: Covid-19 Pelajaran Berharga yang Didapat dengan Susah Payah Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Tangkapan layar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin ketika memberikan sambutannya dalam Forum Nasional Hilirisasi dan Peningkatan Penggunaan Sediaan Farmasi Dalam Negeri yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (16/5/2023).

Jakarta - Dampak wabah, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pengalaman terimbas pandemi Covid-19 menjadi pelajaran berharga bagi bangsa yang didapatkan dengan susah payah.

"Kita perlu bisa membangun ketahanan kesehatan kita, pandemi itu siklusnya mungkin dulu 100 tahun sekali, mungkin sekarang bisa 50 tahun sekali. Kalau kita tidak memiliki ketahanan dari sisi obat, suatu saat itu terjadi, 270 masyarakat kita bisa celaka," kata MenkesBudi Sadikin ketika memberikan sambutannya dalam Forum Nasional Hilirisasi dan Peningkatan Penggunaan Sediaan Farmasi Dalam Negeri yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Menkes bercerita ketika menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN pada awal Covid-19 menyerang, ia diminta mengintegrasikan tiap farmasi di bawah naungan BUMN untuk mencari dan mengelola obat yang tepat.

Setelah berdiskusi panjang dengan sejumlah pakar, ia pun segera mencari bahan baku obat, meski kala itu satu-satunya obat antivirus yang digunakan bernama Oseltamivir. Setelahnyaia mengajak pihak farmasi untuk memproduksinya.

"Bahan bakunya tidak ada, jadi bahan baku obatnya kita kejar ke China, tapi di sana jugalockdown. Mereka lebih dulu dihantam Covid-19, jadi tidak bisa keluar. Kita bingung akhirnya cari ke India. Itu saja tidak ada di New Dehli sama Mumbai, adanya di Gujarat, dan tidak ada pesawat yang terbang," katanya.

Kemudian di saat kondisi mulai memburuk pemerintah menyewa sebuah pesawat milik Garuda Indonesia, untuk membawa bahan baku Oseltamivir secara langsung. Tetapi lagi-lagi butuh 2-3 minggu untuk memproduksi obat, sehingga banyak orang kehilangan nyawanya padatahun pertama pandemi.

Hingga akhirnya pemerintah menemukan Favipiravir dan dibagikan ke rumah sakit pengampu seperti RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, namun sempat tidak bisa dipakai karena tidak ada izin pemakaian obat.

"Itu pertama kali kita belajar soal Mekanisme Jalur Khusus (Special Access Scheme), kemudian ada uji klinis karena waktu itu BUMN yang mulai, bukan rumah sakit pemerintah, itu kita bawa ke rumah sakit BUMN untuk uji klinis, kita butuh dokter dengan sertifikat peneliti. Tapi tidak ada satupun dokter yang memenuhi kriteria," ucap Menkes Budi Sadikin.

Menkes melanjutkan berbagai upaya sampai akhirnya Indonesia bisa menduduki situasi pandemi yang aman dan terkendali saat ini. Sayangnya, pengalaman lalu merupakan bukti lemahnya dan betapa bergantungnya ketahanan farmasi Indonesia pada impor bahan baku.

Berbekal pengalaman yang penuh perjuangan tersebut, ia meminta agar seluruh pihak lebih memperhatikan kemampuan industri farmasi yang ada di Indonesia. Sebab, farmasi menjadi salah satu pilar yang bisa menopang negara ketika menghadapi suatu wabah atau pandemi.

Dalam kesempatan itu Menkes Budi Sadikinmengajak seluruh pelaku usaha untuk berinvestasi pada farmasi. Bersama para klinisi dan pakar, bisa didata terlebih dahulu kebutuhan prioritas agar transformasi tersebut bisa segera berjalan.

Menkes menilai prospek ini merupakan bisnis yang menjanjikan, tidak hanya dalam rangka meningkatkan mutu kesehatan masyarakat saja, tetapi juga memutar perekonomian negara.

"Makannya saya minta coba bangun ekosistemnya, perizinannya, apa yang dibangun, transparansi datanya bagaimana, apa yang mesti dibangun atau apa yang pasti kita paksa supaya industri-industri mau masuk," ujar Menkes Budi Sadikin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.