BMKG: Bibit Siklon 91S dan 91B Terdeteksi di Samudra Hindia
Senin, 08 Mei 2023, 15:26 WIBJAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan bibit siklon tropis 91S dan 91B di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi mempengaruhi cuaca di sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan.
Deputi Meteorologi BMKG Guswanto di Jakarta, Senin (8/5), menyampaikan bibit siklon tropis 91S terpantau di Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu.
Ia menyampaikan bibit siklon 91S terpantau berada di sekitar 4,3 Lintang Selatan (LS) dan 91,6 Bujur Timur (BT) dengan kecepatan angin maksimum 15 knot, dan tekanan udara minimum 1008.5 milibar (mb).
"Potensi bibit ini untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah," katanya.
Ia memaparkan dampak bibit 91S terhadap kondisi cuaca di Indonesia dalam 24 jam ke depan, antara lain potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Bengkulu dan Lampung.
Selain itu, lanjutnya, bibit 91S juga berdampak pada tinggi gelombang 1,25-2,5 meter di perairan timur Kepulauan Nias, perairan timur Pulau Sipora-Pulau Pagai.
Untuk tinggi gelombang di kisaran 2,5-4 meter yakni di perairan Pulau Simeulue, Perairan barat Kepulauan Nias hingga Kepulauan Mentawai, perairan PulauEnggano-Bengkulu, Perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga selatan Banten. Sedangkan gelombang lebih tinggi di kisaran 4-6 meter di Samudra Hindia barat Nias.
Sementara untuk bibit siklon tropis 91B, Guswanto menyampaikan berada di Samudera Hindia sebelah barat laut Aceh, tepatnya pada posisi 6,6 Lintang Utara (LU) dan 93.3 BT dengan kecepatan angin maksimum 15 knots dan tekanan minimum 1005 mb.
"Untuk 24 jam ke depan bergerak ke arah barat dan potensi bibit ini untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah," katanya.
Ia memaparkan dampak bibit 91B terhadap kondisi cuaca di Indonesia dalam 24 jam ke depan, antara lain potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Aceh dan Sumatera Utara. Selain itu bibit 91B juga berdampak pada tinggi gelombang 1,25-2,5 meter di perairan Sabang-Banda Aceh.
Tinggi gelombang lebih tinggi 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara. Sedangkan tinggi gelombang 4-6 meter di perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh, Samudra Hindia barat Aceh.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemenkes Kirim Logistik Kesehatan Respons Kebakaran TPA Jatiwaringin
-
Terkuak Skandal Kebocoran dalam Soal Ujian Beberapa Waktu Lalu, Akhirnya Mendiknas Mundur Mendadak
-
IQAir: Kualitas Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia Pagi Ini
-
Satpol PP Bawa Pemuda Minta Uang Bermodus Habis Bensin ke Panti Sosial
-
Sembunyikan 2,1 Kg Ganja di Dalam Guci Air, DPO Narkoba Ini Tak Berkutik Digerebek Polisi!
-
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Laut Tinggi untuk 22-25 Juli
-
Gelar Ojol Pelopor 2026, Dishub DKI Bekali Ratusan Driver Aturan Lalu Lintas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.