ISW: Rusia Melancarkan Sendiri Serangan Drone Kremlin untuk Membenarkan Perang Besar ke Ukraina

Jumat, 05 Mei 2023, 00:38 WIB

WASHINGTON - Institute for the Study of War (ISW) dalam sebuah laporan pada Rabu (3/5), menduga kuat bahwa Rusia melancarkan sendiri serangan drone ke Kremlin, yang disebut Moskow sebagai upaya pembunuhan Presiden Vladimir Putin, sebagai pembenaran mobilisasi pasukan untuk perang di Ukraina.

Dilansir oleh Newsweek, pemerintah Rusia pada Rabu mengeluarkan pernyataan yang menuduh bahwa dua drone Ukraina telah dihancurkan di dekat kediaman resmi Putin di Moskow. Kremlin mengatakan bahwa pesawat tak berawak itu berusaha melakukan "serangan teroris yang direncanakan" untuk membunuh Putin tepat sebelum perayaan " Hari Kemenangan " pada 9 Mei.

Ket. Foto: Ledakan drone penyerang di atas Istana Kremlin, Rabu (3/5). ISW juga mengatakan, Kremlin mungkin berencana untuk melakukan "operasi bendera palsu" lain dan meningkatkan disinformasi untuk melancarkan serangan besar ke Ukraina. — Sumber: Istimewa

Namun Kyiv membantah terlibat dalam serangan drone yang dalam kamera pengawas meledak di atas Kremlin tanpa menimbulkan kerusakan yang berarti.

Tayangan drone yang meledak di atas Kremlin tersebut segera muncul secara online setelah serangan yang diklaim terjadi. Insiden itu langsung menimbulkan keheraman dengan sejumlah ahli dan komentator menyatakan bahwa itu mungkin merupakan "propaganda" yang dipentaskan untuk menggalang dukungan di dalam negeri Rusia untuk melancarkan perang yang lebih besar.

ISW, think tank yang yang didirika oleh sejarawan militer Kimberly Kagan itu juga mengatakan dalam laporan yang diterbitkan pada Rabu malam bahwa pemerintah Rusia kemungkinan melakukan operasi "bendera palsu", upaya pembunuhan yang diklaim agar publik domestik Rusia mendukung perang dan menetapkan mobilisasi wajib militer yang lebih luas.

"Beberapa indikator menunjukkan bahwa serangan itu dilakukan, saat Rusia baru-baru ini meningkatkan kemampuan pertahanan udara domestik," bunyi laporan itu.

"Sangat tidak mungkin drone Ukraina dapat menembus berlapis-lapis pertahanan udara dan dihancurkan dengan cara yang memberikan citra spektakuler yang tertangkap kamera dengan baik," kata ISW.

Kelompok penelitian nirlaba yang berfokus pada operasi militer dan ancaman musuh itu juga menduga bahwa tanggapan Kremlin terhadap dugaan upaya pembunuhan akan "jauh lebih tidak terorganisir" jika itu adalah "serangan mendadak" oleh Ukraina, berspekulasi pejabat Rusia akan "berebut untuk menghasilkan narasi yang koheren dan mengimbangi implikasi retoris dari rasa malu informasional yang jelas."

"Penyajian yang cepat dan koheren dari narasi resmi Rusia seputar serangan tersebut menunjukkan bahwa Rusia melakukan insiden ini di dekat liburan Hari Kemenangan 9 Mei untuk membingkai perang sebagai eksistensial bagi audiens domestiknya," kata ISW.

"Rusia menggunakan serangkaian tindakan untuk membingkai perang di Ukraina sebagai eksistensial bagi publik domestik Rusia dan untuk mempersiapkan mobilisasi masyarakat yang lebih luas," lanjutnya.

"Tujuan dari serangan bendera palsu ini adalah untuk membenarkan langkah-langkah mobilisasi yang meningkat," tegasnya.

Newsweek telah menghubungi Kementerian Pertahanan Rusia melalui email untuk memberikan komentar.

ISW menambahkan, Moskow "mungkin berencana untuk melakukan operasi bendera palsu lain dan meningkatkan disinformasi" untuk menambah dukungan warga sebelum Ukraina melancarkan serangan balik.

"Pasukan Rusia baru-baru ini telah mengenakan seragam militer Ukraina untuk melakukan operasi bendera palsu di daerah perbatasan," kata ISW mengutip klaim pemerintah Ukraina.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.