Waspadai Serangan Hama

Rabu, 03 Mei 2023, 09:32 WIB

JAKARTA - Pemerintah mengingatkan produsen pangan untuk mewaspadai serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) selama berlangsungnya cuaca ekstrem. Karena itu, upaya mitigasi perlu dilakukan guna mengamankan produksi sehingga ketahanan pangan dapat terjaga.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, menyampaikan dalam kondisi iklim ekstrem ini, diharapkan tim pengendali OPT melakukan peramalan dan pemetaan daerah yang menjadi ancaman hama, seperti wereng, daerah hama tikus dan kresek.

Ket. Foto: ANCAMAN OPT | Kawanan burung Kuntul putih (Bubulcus ibis) mencari makan di dekat seorang buruh tani yang membajak sawah di Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (2/5). Petani dan stakeholder terkait sektor pertanian perlu mewaspadai serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) selama berlangsungnya cuaca ekstrem El Nino. — Sumber: ANTARA/ALOYSUS JAROT NUGROHO

"Setelah dilakukan peramalan terhadap OPT, dilakukan langkah-langkah antisipasi dini atau early warning system. Jadi, bertindak sebelum terjadi," ungkapnya dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) peramalan OPT di Jakarta, Selasa (2/5).

Kemudian, lanjut Suwandi, diperlukan pemetaan daerah-daerah langganan serangan OPT. Selain itu, produsen pangan perlu memantau terus data-data dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Tak hanya itu, produsen pangan perlu menggunakan benih tahan kekeringan dan memakai pupuk organik dan pestisida alami. Terakhir, petani membutuhkan asuransi usaha tani padi (AUTP) sehingga meminimalkan risiko.

Ketua Departemen Proteksi Tanamam, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Ali Nurmansyah, mengatakan jika peramalan OPT dilakukan secara akurat, dapat memberikan informasi tentang populasi, intensitas serangan, luas serangan dan penyebaran hama dan penyakit pada ruang dan waktu yang akan datang. Hasil peramalan tersebut juga bisa menjadi dasar untuk menyusun strategi dan teknik pengelolaan atau penanggulangan hama dan penyakit yang efektif dan efisien.

"Selain itu, hasil peramalan OPT dapat bermanfaat memperkecil risiko berusaha tani karena populasi setangan hama dan penyakit dapat ditekan, tingkat produkuktivitas tanaman pada taraf tinggi (menguntungkan), dan aman terhadap lingkungan," ungkap Ali Nurmansyah.

Dia menambahkan peramalan OPT dapat dengan metode kualitatif dan kuantitatif, tetapi dengan metode kualitatif itu tidak bisa dilakukan semua orang karena perlu keahlian khusus dan pengalaman, sedangkan metode kuantitatif semua orang relatif bisa melakukan baik petani maupun kita semua bisa melakukan.

Rangkum Prediksi

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Dodo Gunawan, menjelaskan iklim di Indonesia dipengaruhi berbagai fenomena, seperti Enso (La Nina/ El Nino), serta peristiwa interaksi darat dan laut yang bersumber di Samudra Pasifik melalui sirkulasi udara dan laut.

"Enso itu ada fenomena La Nina dan El Nino keduanya sudah kita kenali dampaknya di Indonesia. Kalau La Nina mengakibatkan curah hujan lebih banyak di wilayah Indonesia, dan sebaliknya, pada saat El Nino kita akan kekurangan hujan atau kemarau berkepanjangan," jelas Dodo.

Dia menyampaikan BMKG telah merangkum prediksi Enso dari berbagai sumber dengan berbagai metode, dan hasil rangkuman BMKG di antaranya Indeks Enso pada Desarian II April 2023 sebesar 0.092 menunjukkan kondisi netral, BMKG memprediksi Enso akan tetap netral setidaknya hingga pertengahan 2023, sedangkan pusat iklim dunia memprediksi kondisi Enso Netral menuju El Nino pada smester II-2023.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.