Stabilitas Harga Pangan Harus Terjaga
Kamis, 27 Apr 2023, 11:04 WIBJAKARTA - Pemerintah perlu menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan setelah Lebaran. Sejumlah langkah strategis perlu dilakukan guna mengendalikan harga kebutuhan pokok ke depannya.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengungkapkan stabilitas pasokan dan harga pangan relatif baik pada momentum Hari Besar dan Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri tahun ini. Karena itu, hal itu harus bisa dijaga dan ditingkatkan.
Arief menilai kondisi pasokan dan harga pangan menjelang Idul Fitri lalu terbilang stabil dan terkendali, mengingat tidak terjadi gejolak dan kenaikan harga secara signifikan untuk komoditas pangan pokok. "Hanya beberapa bahan pangan yang naik meliputi cabai dan bawang. Setelah dicek ke pasar, kenaikan harga terjadi dalam tingkatan wajar disebabkan lonjakan permintaan jelang Idul Fitri," ujarnya di Jakarta, Selasa (25/4).
Karena itu, dia memastikan sejumlah langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan masih akan terus digencarkan setelah Lebaran. Kondisi ini, tuturnya, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menekankan agar pasokan dan harga pangan stabil dan seimbang baik di tingkat petani, pedagang, dan konsumen/ masyarakat.
"Kita akan terus lakukan upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan seperti jelang Lebaran lalu, di antaranya terus melakukan koordinasi dengan dinas urusan pangan daerah untuk penyediaan pangan murah melalui Gerakan Pasar Murah (GPM). Kita juga minta Bulog terus mendistribusikan beras untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke ritel modern dan tradisional, serta secara bersamaan terus mendorong Bulog untuk meningkatkan serapan gabah/ beras dari hasil panen dalam negeri," ucapnya.
Terkait pelaksanaan GPM, sampai periode Idul Fitri tahun ini, Bapanas menyelenggarakan sekitar 452 kali, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota. Sedangkan untuk penyaluran beras SPHP, sejak Januari 2023 sampai dengan pekan ke-3 April 2023 ini Bulog melalui 26 kantor wilayah di seluruh Indonesia telah menyalurkan beras SPHP sekitar 569 ribu ton.
Cek Keamanan
Selain menjaga stabilitas pasokan dan harga, memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat juga menjadi salah satu prioritas Bapanas. Arief mengatakan usai Lebaran pengecekan keamanan pangan melalui uji sampel pangan segar guna mengukur kandungan bahan aktif pestisida golongan organofosfat akan terus ditingkatkan baik di pasar tradisional maupun pasar modern.
"Kita tingkatkan pelaksanaan pengecekan keamanan pangan segar melalui Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) pusat dan daerah bekerja sama dengan pemerintah daerah, BUMD, serta asosiasi pedagang," terangnya.
Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky, berharap agar pemerintah bisa berkolaborasi mengendalikan inflasi, terlebih lagi saat ini perekonomian kian membaik. Harapannya momentum ini tidak terganggu kenaikan inflasi.
"Jika dikelola dengan baik, pengembalian inflasi ke kisaran target Bank Indonesia (BI) kurang lebih 3,1 persen seharusnya dapat dicapai pada paruh pertama 2023," tutur Riefky.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59% di Triwulan I, Topang Seperenam Ekonomi Nasional
-
Kabar Baik! Pemkot Singkawang Tak Putus Kontrak PPPK Paruh Waktu
-
Mendagri Serukan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Inflasi
-
Hari Film Nasional: JYFF 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Industri Kreatif Jakarta
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
-
Libur Paskah, Penumpang Kereta dari Jakarta Capai 30 Ribu Orang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.