Kilaunya Meredup, Harga Emas Terkoreksi di Bawah 2.000 Dollar AS

Kamis, 27 Apr 2023, 14:24 WIB

CHICAGO - Harga emas melemah pada akhir perdagangan, Rabu (26/4) waktu Chicago, Amerika Serikat (AS) atau Kamis (27/4) pagi WIB, menghentikan kenaikan dua hari beruntun setelah menembus level psikologis 2.000 dollar AS.

Koreksi tersebut didorong oleh kekhawatiran baru seputar gejolak perbankan AS, karena imbal hasil pulih dengan fokus kembali ke data ekonomi mendatang.

Ket. Foto: Bursa komoditas berjangka emas COMEX di Amerika Serikat. — Sumber: Antara

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 8,50 dollar AS atau 0,42 persen menjadi ditutup pada 1.996,00 dollar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.020,20 dollar AS dan terendah di 1.993,70 dollar AS.

Emas berjangka terdongkrak 4,70 dollar AS atau 0,24 persen menjadi 2.004,50 dollar AS pada Selasa (25/4/2023), setelah menguat 9,30 dollar AS atau 0,47 persen menjadi 1.999,80 dollar AS pada Senin (24/4/2023), dan anjlok 28,60 dollar AS atau 1,42 persen menjadi 1.990,50 dollar AS pada Jumat (21/4/2023).

Saham First Republic Bank mencapai rekor terendah setelah sebuah laporan mengatakan pemerintah AS tidak mau campur tangan dalam proses penyelamatan pemberi pinjaman bermasalah.

"Itu adalah katalis harga emas untuk kembali ke level yang sedikit lebih tinggi," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Data ekonomi yang dirilis Rabu (26/4/2023) mengurangi daya tarik emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan barang tahan lama AS tumbuh 3,2 persen pada Maret setelah jatuh dari revisi 1,2 persen pada Februari. Para ekonom memperkirakan pesanan barang tahan lama naik 0,8 persen.

Defisit perdagangan barang-barang AS menyusut 8,4 persen pada Maret ke level terendah empat bulan sebesar 84,6 miliar dollar AS, berpotensi memberikan sedikit dorongan untuk produk domestik bruto pada kuartal pertama yang akan dirilis Kamis. Defesit perdagangan barang-barang turun dari 92 miliar dollar AS pada Februari.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS pulih dari level terendah hampir dua minggu, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Para pedagang sekarang fokus pada data PDB triwulanan AS yang akan dirilis pada Kamis, diikuti oleh indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti pada Jumat (28/4/2023), pengukur inflasi pilihan Fed.

Pasar memperkirakan peluang 3-dalam-4 bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 2-3 Mei.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 0,60 sen atau 0,02 persen, menjadi ditutup pada 24,876 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terangkat 7,80 dollar AS atau 0,71 persen, menjadi menetap pada 1.106 dollar AS per ounce.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.