Montenegro Segera Punya Lahan Agrisolar Berkapasitas 148 MW
Minggu, 23 Apr 2023, 14:05 WIBPengembang energi terbarukan asal Hungaria, BSD Invest Europe melalui anak perusahaan lokal di Montenegro, BSD Mont berencana untuk memasang taman tenaga surya dengan kapasitas puncak 148,3 MW di kotamadya Rožaje di Montenegro. Perusahaan tersebut mengungkapkan, fasilitas yang terletak di perbatasan dengan Serbia akan digunakan secara bersamaan untuk peternakan domba dan kebun buah beri.
Lokasinya, di sekitar desa Vu?a di kotamadya Rožaje, berada di sebelah perbatasan timur laut negara itu. Kota Tutin di Serbia hanya berjarak beberapa kilometer. Taman tenaga surya ini akan dirancang sedemikian rupa untuk memungkinkan penggembalaan domba, demikian bunyi dokumen tersebut. Investor tersebut mengatakan bahwa mereka berniat untuk memiliki 2 ribu domba di properti tersebut dan menanam raspberry dan chokeberry.
Konsep agrisolar menjadi populer untuk proyek fotovoltaik di Balkan Barat, untuk lokasi yang memiliki potensi aktivitas pertanian. Salah satu upaya tersebut baru-baru ini diluncurkan di Montenegro, di mana lusinan aplikasi untuk fasilitas tenaga surya skala utilitas telah diajukan dalam beberapa bulan terakhir.
Dilansir dari Balkan Green Energy News, Badan Energi Terbarukan Internasional mengungkapkan, sejauh ini belum ada pembangkit listrik tenaga surya yang besar di Montenegro. Negara ini hanya memiliki kapasitas 26 MW di segmen tenaga surya pada akhir tahun lalu. Dua proyek terbesar saat ini adalah untuk kapasitas koneksi 506 MW dan 400 MW, keduanya di Cetinje.
Proyek agrisolar atau agrivoltaics yang baru sedang dikembangkan oleh BSD Mont bermaksud untuk membangun sebuah taman tenaga surya dengan kapasitas puncak 148,3 MW dan kapasitas koneksi 123,6 MW. Dalam sebuah permintaan kepada Badan Perlindungan Lingkungan Montenegro untuk menentukan apakah penilaian dampak lingkungan diperlukan, mereka memperkirakan output tahunan sebesar 219,9 GWh. Sementara itu, badan tersebut mewajibkan perusahaan untuk melakukan studi tersebut.
Fasilitas agrivoltaic di masa depan direncanakan akan terdiri dari tiga unit dengan kapasitas puncak 14,8 MW, 11,3 MW dan 122,2 MW, sementara kapasitas koneksi masing-masing adalah 12,3 MW, 9,3 MW dan 102 MW.
Lahan tersebut dulunya adalah milik perusahaan Agrobisernica yang sudah tidak beroperasi. Lokasi tersebut memiliki luas 194 hektar. BSD Mont sebelumnya memperkirakan investasi yang dibutuhkan lebih dari 200 juta Euro.
BSD Mont, yang berbasis di Podgorica, 70 persen sahamnya dimiliki oleh pengembang energi terbarukan asal Hungaria, BSD Invest Europe, menurut registrasi bisnis Montenegro. Konstantinos Georgilas memegang 25 persen saham, dan sisanya dikendalikan oleh Michail Pavlidis.
Seperti diketahui, agrisolar adalah teknologi yang menggabungkan penggunaan lahan pertanian dengan panel surya untuk menghasilkan energi terbarukan. Keuntungan dari teknologi agrisolar antara lain dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian, mengurangi biaya energi petani, meningkatkan keberlanjutan pertanian, dan memberikan alternatif penggunaan lahan yang tidak produktif. Dalam beberapa kasus, teknologi agrisolar juga dapat membantu meningkatkan keamanan pangan dan memperbaiki kondisi ekonomi petani di daerah pedesaan.
- Energi Baru dan Terbarukan (EBT)
- Energi Terbarukan
- Montenegro
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Seru, Parade Sewu Kupat di Kudus
-
Pertumbuhan Energi Surya Mendorong Energi Terbarukan Global untuk Lampaui Energi Batubara pada Tahun 2025
-
Trump dan Xi Jinping akan Bertemu di Beijing 14-15 Mei 2026
-
Cuaca Ekstrem Hantam Bekasi, 27 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung
-
Dubes Uni Emirat Arab Temui Pimpinan MPR Eddy Soeparno Tindak Lanjuti Perluasan Kerja Sama Bidang Energi Terbarukan
-
Omzet Tembus Rp10 Juta per Hari, Pedagang Ikan 'Serbu' Pantai Konang Trenggalek
-
Duolingo Gandeng Niki Ubah Lirik Lagu 'Backburner' Jadi Cara Seru Belajar Bahasa Inggris
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.