IMF Proyeksikan Ekonomi Tiongkok Tumbuh Melambat Tahun Depan
Rabu, 12 Apr 2023, 20:35 WIBWASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan, Selasa (11/4), ekonomi Tiongkok akan tumbuh 5,2 persen pada 2023 dan 4,5 persen pada 2024, menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi global.
"Kami memproyeksikan (untuk Tiongkok) pertumbuhan 5,2 persen pada 2023. Itu naik dari 3,0 persen tahun lalu," kata Pierre-Olivier Gourinchas, direktur Departemen Riset IMF, dalam konferensi pers Selasa (11/4) tentang laporan World Economic Outlook (WEO) terbaru.
Mengingat ukuran ekonomi Tiongkok, itu akan menjadi kontributor utama pertumbuhan global di tahun mendatang, kata Gourinchas, menambahkan bahwa itu adalah "salah satu (bagian) berita besar untuk tahun 2023" bahwa ekonomi Tiongkok sedang dibuka kembali dengan cepat dengan rebound yang kuat.
"Ketika gelombang Covid-19 mereda (di Tiongkok) pada Januari tahun ini, mobilitas menjadi normal, dan indikator-indikator ekonomi frekuensi tinggi, seperti penjualan ritel dan pemesanan perjalanan, mulai meningkat," kata IMF dalam laporan WEO.
"Pembukaan kembali dan pertumbuhan ekonominya kemungkinan akan menghasilkan limpahan positif, bahkan limpahan yang lebih besar untuk negara-negara dengan hubungan perdagangan yang lebih kuat dan ketergantungan pada pariwisata Tiongkok," tambahnya.
Menurut perkiraan IMF, ekonomi dunia akan tumbuh 2,8 persen pada tahun 2023, 0,1 poin persentase lebih rendah dari perkiraan Januari.
"Kembalinya ekonomi dunia ke laju pertumbuhan ekonomi yang berlaku sebelum guncangan pada tahun 2022 dan gejolak sektor keuangan baru-baru ini semakin sulit dipahami," kata IMF.
Pertumbuhan global diperkirakan 3,4 persen pada 2022, turun menjadi 2,8 persen pada 2023, sebelum naik menjadi 3,0 persen pada 2024, tambahnya.
Pertumbuhan ekonomi negara-negara maju akan turun setengahnya pada 2023 menjadi 1,3 persen, sebelum naik menjadi 1,4 persen pada 2024, kata IMF.
"Sekitar 90 persen ekonomi negara-negara maju diproyeksikan mengalami penurunan pertumbuhan pada 2023," katanya.
"Dengan perlambatan tajam, ekonomi negara-negara maju diperkirakan akan mengalami pengangguran yang lebih tinggi, rata-rata naik 0,5 poin persentase dari 2022 hingga 2024," kata IMF.
Tiongkok dan India adalah "dua pengecualian untuk perlambatan" yang diperkirakan akan dialami ekonomi global tahun ini, kata Presiden Grup Bank Dunia David Malpass dalam sebuah konferensi media menjelang pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia.
"India dan Tiongkok diperkirakan menyumbang setengah dari pertumbuhan global pada 2023. Tetapi yang lain menghadapi pendakian yang lebih terjal," kata Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pada acara baru-baru ini di Washington D.C.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemenekraf Cegah Kebocoran Ekonomi Sektor Perfilman Akibat Pembajakan, Bagaimana Solusinya?
-
Korban Banjir Jakarta Cukup Bawa Badan! Gubernur Pramono Gratiskan Seluruh Biaya Rumah Sakit
-
1.000 Personel akan Dikerahkan untuk Menjaga Pasokan Selama Ramadhan di Babel
-
Jepang Siap Gelontorkan Rp397 Triliun ke Indonesia, Sektor Otomotif Jadi Primadona Investasi
-
IMF akan Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Global Akibat Perang Timur Tengah
-
Pertamina Pastikan Distribusi BBM untuk Arus Balik Lebaran di Sumut Aman
-
Gunung Semeru Erupsi dengan Ketinggian Letusan Capai 600 Meter, Masyarakat Diminta Waspada
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.