Manufaktur Penyumbang Terbesar Investasi Asean
Selasa, 11 Apr 2023, 08:28 WIBJAKARTA - Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sektor manufaktur merupakan penyumbang terbesar investasi Asean di Indonesia pada 2018-2022, di luar sektor hulu migas dan jasa keuangan.
"Ini terutama dari tiga negara Asean yang memiliki investasi terbesar di Indonesia," kata Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan dalam acara HSBC Asean Day, di Jakarta, Senin (10/4).
Ketiga negara tersebut yakni Singapura dengan total investasi senilai 48,2 miliar dollar AS pada periode tersebut, Malaysia 8,9 miliar dollar AS, serta Thailand 1,51 miliar dollar AS.
Nurul membeberkan, terdapat lima sektor utama yang menjadi tujuan investasi Singapura di Indonesia, yakni industri baja senilai 8,63 miliar dollar AS, real estat 7,09 miliar dollar AS, transportasi dan penyimpanan 6,04 miliar dollar AS, industri makanan 4,2 miliar dollar AS, serta pertambangan 4,18 miliar dollar AS.
Untuk Malaysia, sektor transportasi dan penyimpanan sebesar 2,94 miliar dollar AS, industri kimia 2,16 miliar dollar AS, industri makanan 1,2 miliar dollar AS, perkebunan dan peternakan 720 juta dollar AS, serta industri kertas 316 juta dollar AS.
Kemudian, lima sektor utama yang menjadi tujuan investasi Thailand di Tanah Air yakni industri kimia sebesar 882 juta dollar AS, industri karet 175 juta dollar AS, pertambangan 143 juta dollar AS, industri makanan 85 juta dollar AS, serta perdagangan dan perbaikan 70 juta dollar AS.
Sektor Sekunder
Dengan demikian, dia menyebutkan sektor sekunder merupakan penyumbang investasi Asean di Indonesia,
yakni 43 persen dari total investasi (24,93 miliar dollar AS). Sektor sekunder merupakan sektor yang mengolah bahan baku dari sektor primer maupun sektor sekunder menjadi barang lain yang lebih tinggi nilainya, contohnya sektor manufaktur.
Sementara sektor primer (tidak mengolah bahan baku, melainkan hanya mendayagunakan sumber-sumber alam seperti tanah dan segala yang terkandung di dalamnya, contohnya pertambangan) menyumbang 16 persen atau senilai 9,43 miliar dollar AS.
Sektor tersier (produksinya bukan dalam bentuk fisik, melainkan dalam bentuk jasa, contohnya sektor perdagangan) menyumbang 41 persen atau sebesar 23,52 miliar dollar AS.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
Lawan Serbuan Impor! Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Rp300 M di Subang, 40% Buat Ekspor
-
RI Ajak Mitra Pakai Mata Uang Sendiri, Biar Transaksi Lebih Praktis
-
Hasil Liga Italia: Imbang tanpa Gol, AC Milan dan Juventus Tak Beranjak di Klasemen
-
Edukasi Gigi dan Mulut di Sekolah, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Sejak Dini
-
CFD Cibinong Heboh, Ada Fasilitas Mewah Gratis yang Jadi Incaran Warga, Apa Itu?
-
Pemprov Tawarkan Investasi Senilai Rp271 Triliun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.