- Home
-
- Luar Negeri
-
- Separuh Anak Dunia Terpapa...
Separuh Anak Dunia Terpapar 3 Bahaya Iklim
Rabu, 17 Jun 2026, 02:29 WIBNEW YORK â UNICEF pada Senin (15/6) memperingatkan bahwa lebih dari satu miliar anak menghadapi setidaknya tiga bahaya iklim yang saling tumpang tindih, seraya menyoroti dampak iklim yang tidak proporsional di beberapa wilayah di dunia.
Dalam laporan tersebut, badan PBB tersebut membandingkan data yang menunjukkan di mana sekitar 2,4 miliar anak di planet ini tinggal dengan distribusi geografis dari delapan dampak iklim yang paling umum.
Dampak tersebut adalah banjir pesisir, banjir sungai, kekeringan, badai tropis, gelombang panas dengan setidaknya tiga hari di atas ambang batas suhu tinggi, yang bervariasi menurut negara, panas ekstrem, kebakaran hutan, dan badai pasir.
Laporan ini terutama berfokus pada 1,1 miliar anak yang terpapar setidaknya tiga risiko, dengan kombinasi yang paling umum adalah kekeringan, panas ekstrem (di atas 35 derajat Celsius) dan gelombang panas.
Kombinasi tersebut memengaruhi sekitar 296 juta anak, termasuk 74 juta di Nigeria, 34 juta di Pakistan, dan 32 juta di India.
Jumlah anak dalam kategori tiga tahun atau lebih ini telah meningkat tajam selama 20 tahun terakhir. Hampir semua anak, sekitar 2,3 miliar, terpapar setidaknya satu risiko. Dua miliar terpapar setidaknya dua risiko, sementara 364 juta menghadapi setidaknya empat risiko.
Dari 123.000 anak yang terpapar tujuh atau lebih bahaya iklim, sekitar 46.000 berada di Myanmar.
"Anak-anak berada di garis depan dampak perubahan iklim," kata kepala UNICEF, Catherine Russell.
Titik Panas
âMengenai tempat terburuk bagi seorang anak, tidak ada jawaban yang sangat singkat," kata salah satu penulis laporan tersebut, Tom Slaymaker, kepada AFP. "Namun tidak semuanya sama. Kita memang melihat beberapa titik rawan yang benar-benar terkonsentrasi di Afrika Sub-Sahara dan sebagian Asia selatan,â imbuh Slaymaker.
Negara-negara dengan populasi anak-anak yang besar termasuk Bangladesh, India, Nigeria, dan Pakistan, berada di urutan teratas dalam daftar jumlah anak yang terpapar setidaknya tiga bahaya.
Namun, jika dilihat dari persentasenya, negara-negara di Afrika Sub-Sahara khususnya Sahel, memiliki proporsi anak-anak yang paling besar yang terkena dampak bencana. Dampaknya sering diperparah oleh ketidakmampuan pemerintah untuk mengatasi bencana iklim.
Chad, misalnya, menghadapi krisis kemanusiaan dengan akses terbatas terhadap air, listrik, dan makanan. Menurut laporan tersebut, lebih dari 95 persen anak-anak di negara itu terpapar setidaknya tiga bahaya yang merupakan salah satu proporsi tertinggi di dunia.
Negara-negara lain yang sangat rentan termasuk 39 negara kepulauan yang menghadapi tantangan seperti keterbatasan air tawar, ketergantungan impor, dan ketidakmampuan untuk dengan mudah berlindung di tempat lain setelah bencana seperti badai.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada negara yang benar-benar terhindar. "Di banyak negara, akan ada sebagian kecil penduduk yang tidak terpapar bahaya ini," kata Slaymaker. "Mereka cenderung berada di belahan bumi utara, khususnya di beberapa bagian Skandinavia."
Namun, hal itu karena laporan tersebut hanya membahas delapan risiko paling umum di seluruh dunia, tegas dia, seraya mencatat bahwa anak-anak di negara-negara tersebut mungkin menghadapi ancaman lain yang tidak tercakup dalam laporan tersebut, seperti mencairnya gletser atau mencairnya lapisan es abadi. AFP/I-1
- UNICEF
- chad
- scandinavia
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Jadwal Semifinal Piala Italia: Inter Milan Jamu Como, Atalanta Kontra Lazio
-
Satgas TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Pasang Mal dan Cor Drainase di Gotalamo.
-
Pemkot Tangerang Perbaiki Jalan Rusak akibat Banjir dengan Aspal Instan
-
Awal Tahun Menggeliat! Pembiayaan Multifinance Tembus Rp78,16 Triliun di Januari 2026
-
Kejagung Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Delpedro dan Kawan-kawan di Kasus Demonstrasi Agustus 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.