Hati-hati Peredaran Uang Palsu Selama Ramadhan
Senin, 03 Apr 2023, 09:09 WIBPADANG - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mengajak masyarakat agar mewaspadai peredaran uang palsu saat bulan Ramadhan 1444 Hijriah.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar Kombes Pol. Dwi Sulistyawan di Padang, Senin (3/4) mengatakan Selama bulan Ramadhan masyarakat biasanya melakukan transaksi lebih banyak dari pada bulan-bulan lainnya, seperti membayar zakat, memberi sedekah, dan membeli keperluan untuk berbuka puasa.
Menurut dia dengan adanya transaksi yang lebih banyak tersebut, tidak tertutup kemungkinan adanya peredaran uang palsu juga yang akan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan hati-hati saat menerima atau melakukan transaksi dengan uang selama bulan Ramadhan," kata dia.
Polda Sumbar memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara membedakan uang asli dan palsu serta mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan uang palsu agar tindakan lebih lanjut dapat diambil.
Mulai dari memeriksa dengan teliti uang yang diterima. Periksa apakah ada tanda-tanda keaslian uang seperti gambar, angka, dan tulisan yang tajam dan jelas.
"Uang asli juga memiliki tanda keamanan seperti benang pengaman, tinta berubah warna, atau cetakan bertekstur," kata dia.
Kemudian gunakan alat bantu pengecekan uang palsu. Saat ini sudah banyak tersedia alat bantu untuk memeriksa keaslian uang seperti pensil uang, detektor uang palsu, atau aplikasi di smartphone.
Selanjutnya jangan ragu untuk menolak uang yang dicurigai palsu dan jika ada kecurigaan, sebaiknya tidak menerima uang tersebut sehingga dapat mencegah kerugian dalam jangka panjang.
Setelah itu jika menemukan segera melaporkan ke polisi atau pihak berwenang. Melaporkan uang palsu dapat membantu mengurangi penyebarannya dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Menurut dia dengan melakukan tindakan pencegahan diharapkan dapat mengurangi peredaran uang palsu selama bulan Ramadan dan juga memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat.
"Kami berharap masyarakat dapat saling bekerjasama untuk mengidentifikasi dan melaporkan peredaran uang palsu kepada pihak berwenang. Dengan begitu, kita dapat mengurangi peredaran uang palsu dan menjaga keamanan transaksi keuangan kita," kata dia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jakarta Open Rollerskate 2025 Resmi Dibuka Pramono Anung, Janjikan Aksi Kelas Dunia di JIRTA
-
PELNI Membagikan Bingkisan kepada 1.083 Penumpang Bentuk Kebersamaan dalam Melaksanakan Ibadah Puasa di atas Kapal KM Dobonsolo
-
1.000 Personel akan Dikerahkan untuk Menjaga Pasokan Selama Ramadhan di Babel
-
Pemerintah Genjot Skema Pendanaan Kreatif untuk Transisi Energi Hijau
-
Dedi Mulyadi Catat 86 Ribu Pelamar Kerja di Aplikasi Nyari Gawe
-
Jangan Tunggu Besok! OJK Peringatkan Bahaya Telat Lapor Penipuan Digital
-
Pendapatan Surabaya Terancam Turun Rp1 Triliun, Eri Cahyadi Siapkan Strategi Khusus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.