Pendapatan Surabaya Terancam Turun Rp1 Triliun, Eri Cahyadi Siapkan Strategi Khusus

Selasa, 30 Sep 2025, 17:12 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah inovasi dan skema pembiayaan jangka panjang sebagai langkah antisipasi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat yang mencapai 730 miliar rupiah pada 2026.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan pengurangan dana tersebut mendorong pemerintah kota untuk berpikir kreatif dan mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan optimal. “Jadi tahun 2026 itu berkurang 730 miliar rupiah. Karena itulah teman-teman pemerintah kota ini harus melakukan inovasi. Skema pembiayaan yang kami jalankan ini merupakan salah satu bentuk inovasi,” kata Eri di Surabaya, Selasa.

Ket. Foto: Arsip-Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkot Surabaya

Salah satu strategi yang ditempuh adalah menggunakan pembiayaan jangka panjang. Menurut Eri, pembangunan yang dikerjakan lebih awal pada 2026 dinilai lebih efisien ketimbang dilakukan bertahap hingga 2029. Ia mencontohkan, proyek yang dicicil hingga 2029 akan membutuhkan biaya tambahan sekitar 50 miliar rupiah dibandingkan jika dikerjakan sekaligus mulai 2026.

Eri menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur juga akan berdampak pada peningkatan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Sejumlah wilayah seperti Wiyung, Gunung Sari, dan Banyu Urip akan terdampak langsung setelah proyek jalan selesai. “Ketika pekerjaan jalan sudah dikerjakan pada 2026, otomatis NJOP akan naik. Pada 2028 diperkirakan ada lonjakan sekitar 500 miliar rupiah dari perubahan NJOP di lokasi-lokasi tersebut,” ujarnya.

Selain pembiayaan, Pemkot Surabaya juga mengoptimalkan aset daerah. Beberapa aset akan disewakan agar dapat menghasilkan pemasukan tambahan bagi kas daerah. “Tapi juga harus ada yang kita sewakan supaya ada pemasukan. 730 miliar rupiah ini juga bukan hal yang kecil,” kata Eri.

Secara keseluruhan, Pemkot Surabaya memperkirakan pendapatan 2026 berkurang hingga 1 triliun rupiah. Meski demikian, pemerintah kota tetap memastikan berbagai program prioritas berjalan, terutama sektor pendidikan. Eri menegaskan beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya dan dukungan bagi keluarga kurang mampu tetap menjadi fokus utama.

“Meskipun kita ada potongan, Insya Allah di tahun depan, anggaran untuk pendidikan, untuk beasiswa Pemuda Tangguh Surabaya, khusus untuk keluarga yang memang kita utamakan, tetap ada,” pungkasnya.

  • jatim
  • surabaya
  • eri cahyadi
  • pemkot surabaya
  • defisit anggaran

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.