Pemkot Gunungsitoli Komitmen Tingkatkan Komoditas Pangan
Minggu, 02 Apr 2023, 17:05 WIBPemerintah Kota (Pemkot) Gunungsitoli melalui Dinas Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli melaksanakan program peningkatan pertanaman komoditi palawija denga mengadakan Rembuk Tani Kota Gunungsitoli Tahun 2023. Adapun kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli, Desa Dahanan Tabaloho Kota Gunungsitoli, Rabu (29/3).
Rembuk Tani Kota Gunungsitoli Tahun 2023 secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunung Sitoli, Darmawan Zagoto. Rembuk Tani Kota Gunungsitoli Tahun 2023 digelar dengan beberapa tujuan.
Pertama, untuk mengidentifikasi potensi sumber daya lahan dan upaya pengembangannya. Kedua, menggali permasalahan petani dan lahan serta solusi efektifnya. Ketiga, menyerap aspirasi petani, dan terakhir, membuat rumusan dan kesepakatan atas pertanaman dan kebutuhan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli, Radius Zega menyampaikan bahwa luas lahan baku komoditi padi se-Kota Gunungsitoli adalah 1.164 Hektare, terdiri dari Irigasi seluas 529 Hektare dan Non Irigasi seluas 635 Hektare. Diharapkan melalui Rembuk Tani Kota Gunungsitoli Tahun 2023 bisa memberikan dampak positif ke depannya.
"Jadi, melalui kegiatan Rembuk Tani ini, diharapkan adanya Peningkatan periode tanam di lahan-lahan padi irigasi dan non irigasi dari existing 2,4 menjadi 3 musim tanam/tahun; tercapainya kesepahaman dan kesepakatan seluruh kelompok tani se-Kota Gunungsitoli untuk melakukan pertanaman padi dengan rotasi tanam komoditi palawija; serta mendukung program Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan," ujar Radius.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) Kota Gunungsitoli, Karya Bate'e, SSTP., MAP dalam paparannya menyampaikan bahwa sektor pertanian dan perikanan merupakan salah satu sektor yang menentukan pertumbuhan ekonomi, dan hanya menempati urutan ke 3 (tiga) di Kota Gunungsitoli, yang sebaiknya menempati urutan ke 2 (dua) sebagai penyumbang Produk domestik regional bruto.
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah Kelompok Tani (Poktan) yang terintegrasi dalam komoditi padi se-Kota Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli Utara sebanyak 68 Poktan, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi sebanyak 57 Poktan, Kecamatan Gunungsitoli Selatan sebanyak 9 Poktan, Kecamatan Gunungsitoli Barat sebanyak 3 Poktan, Kecamatan Gunungsitoli Alo'oa sebanyak 9 Poktan, dan Kecamatan Gunungsitoli sebanyak 2 Poktan.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI: Stok Pangan di Jakarta Aman meski Ada Konfik AS-Israel dan Iran
-
Jasa Marga Berlakukan Buka Tutup Rest Area Tol Jakarta-Cikampek
-
Terminal Penajam Bukan Sekadar Tempat Singgah, Tapi Ladang Rezeki Warga
-
Jelang Lebaran 2026, Berikut Stok Komoditas Pangan Utama Awal Maret
-
Mentan: Stok Beras 3,5 Juta Ton
-
Jusuf Kalla: Serangan AS-Israel ke Iran Dapat Bikin Harga Minyak Dunia Naik, BBM di RI Bisa Langka
-
Dirut Bulog Segera Koordinasikan Temuan Cabai Rp140 Ribu/Kg ke Asosiasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.