PBB: Gempa Rusak Seperlima Produksi Pangan Turki

Jumat, 31 Mar 2023, 16:26 WIB

ROMA - Gempa dahsyat yang melanda Turki selatan dan negara tetangga Suriah pada Februari merusak lebih dari 20 persen produksi pertanian Turki, kata badan pangan PBB, Jumat (31/3).

Gempa berkekuatan 7,8 pada 6 Februari, dan gempa susulannya, menewaskan lebih dari 55.000 orang, meninggalkan banyak warga terluka serta kerugian yang tak terhitung.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Sameer Al-DOUMY

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mengatakan penilaian awal di Turki mengungkapkan kerusakan parah pada pertanian, termasuk tanaman, ternak, perikanan dan akuakultur, serta infrastruktur pedesaan di daerah yang terkena dampak.

"Gempa bumi sangat berdampak pada 11 provinsi pertanian utama yang mempengaruhi 15,73 juta orang dan lebih dari 20 persen produksi pangan negara itu," kata FAO dalam sebuah pernyataan.

"Wilayah yang terkena dampak gempa, yang dikenal sebagai 'bulan sabit subur' Turki, menyumbang hampir 15 persen dari PDB pertanian dan menyumbang hampir 20 persen dari ekspor pangan pertanian Turki," imbuh badan PBB itu.

Diperkirakan gempa tersebut telah menyebabkan kerusakan 1,3 miliar dollar AS dari kehancuran infrastruktur, ternak dan tanaman, dan kerugian 5,1 miliar dollar AS pada sektor pertanian.

Saat gempa melanda, bangunan runtuh, tanaman rusak, dan hewan mati, tetapi kehancuran yang diakibatkannya juga menyebabkan kekurangan lumbung, makanan, dan vaksin untuk ternak yang selamat.

Kekurangan pekerja juga berdampak, dengan kekhawatiran khusus saat musim panen musim panas semakin dekat.

FAO meminta 112 juta dollar AS untuk membantu masyarakat yang terkena dampak gempa di Turki, termasuk 25 juta dollar AS di bawah seruan PBB yang lebih luas yang dikeluarkan pada Februari untuk memberikan dukungan uang tunai, ternak dan pertanian kepada 900.000 orang di daerah pedesaan.

"Batas waktu musim tanam sudah dekat. Kita perlu segera mendukung petani kita dengan menyediakan pupuk dan benih," kata koordinator FAO, Viorel Gutu. "Ini adalah satu-satunya kesempatan kami untuk mempertahankan tingkat produksi tanaman tahun ini. Kami juga perlu menyediakan pakan ternak untuk menjaga kesehatan dan produktivitas mereka," imbuh dia.

FAO juga mengatakan lebih dari sepertiga populasi di daerah yang paling terpukul saat ini bergantung pada pertanian untuk bertahan hidup. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.