Penemu Ponsel Merasa Terpukul Melihat Pengguna Ponsel Saat Ini
📅 Kamis, 30 Mar 2023, 15:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
DEL MAR - Masalahnya dengan ponsel adalah orang terlalu sering melihat ponsel mereka. Setidaknya, begitu menurut pria yang menemukannya 50 tahun lalu.
Martin Cooper, seorang insinyur Amerika yang dijuluki "Bapak Ponsel" mengatakan, perangkat kecil yang rapi yang kita semua punya di saku kita memiliki potensi yang hampir tak terbatas dan bahkan suatu hari dapat membantu mengatasi penyakit.
Tapi saat ini, kita agak sedikit terobsesi.
"Saya sangat terpukul ketika melihat seseorang menyeberang jalan dan melihat ponsel mereka. Mereka sudah gila," kata pria berusia 94 tahun itu kepada AFP di kantornya di Del Mar, California.
"Tapi setelah beberapa orang ditabrak mobil, mereka baru tahu," candanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cooper memakai Apple Watch dan menggunakan iPhone kelas atas, membolak-balik secara intuitif antara email, foto, YouTube, dan kontrol untuk alat bantu dengarnya.
Dia mendapatkan model terkini setiap kali perangkat itu diperbarui, dan memberikannya uji jalan menyeluruh.
Tapi dia mengaku, dengan jutaan aplikasi yang tersedia, semuanya terasa agak berlebihan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya tak akan pernah mengerti bagaimana menggunakan ponsel seperti yang dilakukan cucu dan cicit saya," katanya.
Mobilitas Nyata
IPhone yang dipakai Cooper saat ini- yang katanya paling sering digunakan untuk menelepon - tentu sangat jauh dari blok kabel dan sirkuit berat yang dia gunakan untuk melakukan panggilan telepon seluler pertama kali pada 3 April 1973.
Pada saat itu dia bekerja untuk Motorola, memimpin tim desainer dan insinyur yang terlibat dalam sprint untuk menghasilkan teknologi seluler pertama yang tepat dan menghindari tekanan dari pasar.
Perusahaan telah menginvestasikan jutaan dolar dalam proyek tersebut, berharap bisa mengalahkan Bell System, raksasa yang mendominasi telekomunikasi AS selama lebih dari satu abad sejak didirikan pada 1877.
Insinyur Bell melontarkan gagasan tentang sistem telepon seluler tepat setelah Perang Dunia II. Dan pada akhir 1960-an, telepon seluler dapat dibawa jauh hingga ditempatkan di mobil, sebagian karena baterai besar yang dibutuhkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!