Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau di Depan Mata, Warga Diminta Waspada Krisis Air Bersih

📅 Jumat, 24 Mar 2023, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemarau di Depan Mata, Warga Diminta Waspada Krisis Air Bersih Doc: ANTARA/BPBD Cilacap
Ket. Arsip Foto - Petugas BPBD menyalurkan bantuan air bersih untuk warga di Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

CILACAP - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap di Provinsi Jawa Tengah meminta warga meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan terjadi kemarau panjang, yang dapat menimbulkan kekeringan dan krisis air bersih.

"Musim kemarau tahun ini diprakirakan berlangsung panjang, sehingga berpotensi mengakibatkan terjadinya kekeringan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Wijonardi di Cilacap, Jumat (24/3).

Oleh karena itu, kata dia, masyarakat yang bermukim di daerah rawan kekeringan sebaiknya bijak dalam menggunakan persediaan air bersih.

Berdasarkan data pemerintah, menurut dia, sebanyak 72 desa di wilayah Kabupaten Cilacap rawan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih selama musim kemarau.

Ia memperkirakan jumlah desa yang rawan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih di Cilacap berkurang karena sudah ada pembangunan sarana penyediaan air minum bagi masyarakat.

Kendati demikian, dia mengatakan, BPBD menyiagakan tiga mobil tangki untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan.

"Dua di antaranya berada di Pusdalops BPBD Kabupaten Cilacap dan satu lagi berada di UPT BPBD Wilayah Majenang," katanya.

Ia mengatakan bahwa mobil-mobil tangki tersebut sudah dipasangi keran di sekelilingnya untuk memudahkan penyaluran air ke tempat penampungan warga.

Wijonardimengatakan bahwa selain BPBD, organisasi perangkat daerah yang lain juga melakukan langkah-langkah kesiagaan menghadapi risiko kemarau panjang.

BPBD tugasnya mencakup penanganan masalahpersediaan air dalam situasi kedaruratan. Organisasi perangkat daerah yang lain menjalankan langkah kesiagaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Wijonardimencontohkan,Dinas Pengelolaan Sumber Daya Airpunya alat untuk mendeteksi sumber-sumber air, sehingga bisa membantu mencari sumber air baru di daerah yang rawan kekeringan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.