Parpol Diminta Tidak Kampanye Isu SARA
Selasa, 14 Mar 2023, 00:00 WIBJAKARTA - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, meminta partai politik tidak mengampanyekan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam kontestasi Pemilu 2024. Kampanye tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
"Pancasila kita genggam sebagai kunci dalam menghadapi Pemilu 2024. Kampanye tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, misalnya menggunakan isu SARA," ujar Wapres, dalam diskusi kebangsaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), di Jakarta, Senin (13/3).
Wapres mengatakan strategi pemenangan pemilu wajib mengutamakan persatuan nasional, meski peserta pemilu tengah bersaing untuk menang. Jangan sampai pemilu jadi ajang memecah belah bangsa.
Dia mencontohkan, pada Pemilu 2019 menunjukkan terjadinya polarisasi yang tajam di masyarakat. Sebagian pendukung saling menjatuhkan dengan isu politik identitas.
"Pemilu sejatinya adalah ajang menemukan pemimpin terbaik bangsa. Untuk tujuan tersebut partai politik peserta pemilu mestinya berjuang merebut suara rakyat melalui suguhan gagasan-gagasan baru dan cemerlang," jelasnya.
Kampanye Beradab
Wapres meminta partai politik peserta Pemilu agar memberikan instruksi kepada kader dan simpatisannya untuk menggunakan cara-cara kampanye yang santun dan beradab. Kampanyekan keunggulan program-program kemajuan yang akan mewujudkan kemajuan dan kebaikan bangsa dan negara.
"Jangan menggunakan instrumen apa pun yang berpotensi atau mampu menjadikan bangunan persaudaraan kita retak," katanya.
Ma'ruf meminta KPU, Bawaslu, BIN, dan kepolisian serta lembaga terkait lain agar memperkuat sinergi untuk mengawal Pemilu 2024 sehingga terselenggara secara aman, tertib, dan terhindar dari praktik-praktik kecurangan.
Dia menyebut, saat ini paham-paham keliru lebih mudah menembus lapisan masyarakat akibat perkembangan teknologi informasi. Dia meminta semua pihak terkait mewaspadai kampanye negatif media sosial karena perang politik pasti akan terjadi selama pemilu.
"BNPT agar mewaspadai pihak-pihak yang memanfaatkan pemilu untuk melegitimasi pemerintahan dengan mengadu domba rakyat menggunakan isu sara, apalagi tindakan kekerasan dan terorisme," tandasnya.
Kepala BNPT, Boy Rafli Amar, memaparkan pihaknya fokus dalam mencegah terjadinya intoleransi, radikalisme, dan terorisme dalam penyelenggaraan pemilu. Pihaknya menyiapkan mempromosikan 5 Vaksin Kebangsaan yaitu transformasi wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, moderasi dalam beragama, penguatan budaya Nusantara, dan pembangunan kesejahteraan pada aspek kehidupan masyarakat.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Ancaman Bom, Perdana Menteri Australia Dievakuasi dari Rumahnya
-
Kemendagri Nilai Pilkada Belum Hasilkan Daerah Mandiri dan Otonom
-
Dubes Bulgaria Kunjungi Belitung, Jajaki Kerja Sama Wisata & Pendidikan Internasional
-
Aryna Sabalenka Melaju Ke Perempat Final Usai Kalahkan Victoria Mboko
-
Gout Gout, Sprinter Muda Australia Siap Debut di Kejuaraan Dunia Atletik 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.