Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diprediksi Melambat

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 08:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini Diprediksi Melambat Doc: Istimewa
Ket. Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah

JAKARTA - Perekonomian nasional diproyeksikan melambat tahun ini seiring pelemahan investasi dan ekspor. Meski demkian, perekonomian nasional diperkirakan tak mengalami resesi pada tahun ini karena ekonomi domestik tidak bergantung dengan global.

Head of Research and Economics PwC Indonesia Denny Irawan memperkirakan perekonomian Indonesia tumbuh 4,8 persen secara tahunan pada 2023.

"Mempertimbangkan pelemahan yang moderat dari negara mitra dagang dan investasi di Indonesia," kata Denny dalam PwC Indonesia Economic Update yang dipantau di Jakarta, Kamis (9/3).

Proyeksi tersebut di bawah target pemerintah sebesar 5,3 persen. Bahkan prediksi itu lebih rendah ketimbang capaian pertumbuhan ekonomi nasional pada 2022 sebesar 5,3 persen.

Denny mengungkapkan proyeksi pelambatan itu dipengaruhi tekanan inflasi yang masih berlanjut. Dia memperkirakan inflasi pada 2023 sebesar 4 persen secara tahunan atau masih berada di kisaran target Bank Indonesia yang sebesar 3 plus minus 1 persen.

Konsumsi dalam negeri diperkirakan masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi, yakni hingga lebih dari 50 persen, sehingga ekonomi Indonesia dapat bertahan dari goncangan global yang berdampak terhadap investasi dan perdagangan.

Hanya saja, investasi yang masuk ke Indonesia akan sedikit melambat di 2023 karena lima negara asal investasi asing terbesar di Indonesia tidak mengalami pelemahan ekonomi yang signifikan.

Konsumsi Domestik

Sementara itu, Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah meyakini Indonesia tidak akan mengalami resesi pada tahun ini karena ekonomi domestik tidak bergantung dengan global.

"Global boleh saja suram, boleh saja resesi, tetapi Indonesia tidak akan resesi," ungkap Piter dalam acara LPS-Forwada Discussion Series 2023 di Jakarta, Kamis (9/3).

Maka dari itu, pemerintah Indonesia saat ini terus mendorong konsumsi masyarakat lantaran pertumbuhan ekonomi Tanah Air didorong oleh permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga.

Setiap tahunnya, perekonomian Indonesia cenderung ditopang oleh konsumsi rumah tangga, jika dilihat dari komponen pengeluaran.

Pada 2022, komponen ini menjadi sumber pertumbuhan tertinggi ekonomi domestik, yakni sebesar 2,61 persen dari pertumbuhan ekonomi 5,31 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Karenanya, Piter mengungkapkan Indonesia tidak akan jatuh ke jurang resesi tahun ini kecuali jika permintaan domestik kembali menurun seperti masa pandemi Covid-19.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.