Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Christine Lagarde Serukan Lebih Banyak Perempuan Jadi Pemimpin

📅 Kamis, 09 Mar 2023, 10:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Christine Lagarde Serukan Lebih Banyak Perempuan Jadi Pemimpin Doc: AFP
Ket. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde.

JENEWA - Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde pada Rabu (8/3) menyerukan lebih banyak partisipasi perempuan dalam kepemimpinan.

Berbicara dalam acara Hari Perempuan Internasional yang diselenggarakan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Jenewa, Lagarde mengatakan perempuan hanya memegang 12 persen posisi teratas di lembaga-lembaga multilateral sejak 1945.

"Kita perlu melihat lebih banyak perempuan pada posisi kepemimpinan karena hal itu dapat mendukung keterbukaan perdagangan dan menahan laju kemerosotan ke arah fragmentasi," kata Lagarde.

Dia mengatakan pemimpin perempuan cenderung memiliki berbagai kualitas, terutama yang bermanfaat dalam ketegangan geopolitik.

"Sebuah studi menemukan bahwa mereka sangat baik dalam berpikir secara holistik, mengelola kompleksitas, dan merangkul kerja sama -- atribut yang ideal dalam negosiasi perdagangan," katanya.

Dia mengatakan diskusi pada Rabu itu sangat penting ketika ketegangan geopolitik dan terpecahnya perdagangan dunia berpotensi memundurkan kemajuan yang telah dicapai selama puluhan tahun dalam pemberdayaan ekonomi perempuan.

"Sejak krisis keuangan yang parah, ekonomi global telah dilanda gelombang guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya -- yang terbaru, perang Rusia dan Ukraina. Dan semua ini berdampak pada pertumbuhan perdagangan, yang telah mencapai titik terendah dalam PDB dunia," katanya.

Dia mengatakan proteksionisme meningkat saat negara-negara mengonfigurasi ulang rantai pasokan mereka agar selaras dengan tujuan strategis baru.

"Jumlah pembatasan perdagangan telah melonjak sepuluh kali lipat selama dekade terakhir," kata Presiden ECBitu.

Dia menambahkan bahwa ini bukan berarti dunia langsung menghadapi deglobalisasi, tetapi sifat globalisasi sedang berubah.

"Kita cenderung melihat lebih banyak perdagangan di dalam blok karena negara-negara dengan nilai dan kepentingan yang sama memperdalam hubungan untuk meningkatkan ketahanan mereka terhadap guncangan dan ancaman eksternal," ujar Lagarde.

Dia mengatakan kebangkitan perdagangan global telah "terikat erat dengan emansipasi perempuan".

"Di negara-negara berkembang, perusahaan yang berdagang secara internasional juga mempekerjakan lebih banyak perempuan. Perempuan merupakan sepertiga dari tenaga kerja perusahaan seperti itu, dibandingkan dengan kurang dari seperempat di perusahaan non-ekspor," kata dia.

"Dan di negara-negara maju, beban tarif kadang bisa jatuh secara tidak proporsional di pundak perempuan. Di Amerika Serikat, tarif rata-rata produk yang dibuat untuk perempuan lebih tinggi daripada produk laki-laki," tambahnya.

Sementara itu, Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan pada 2020, sebelum pandemi COVID-19 semakin parah, Forum Ekonomi Dunia (WEF) memperkirakan akan diperlukan waktu sekitar 100 tahun untuk mencapai kesetaraan gender atau paritas gender.

"Estimasi terakhir 132 (tahun). Jadi, kita sudah mundur 32 tahun," katanya.

Dia mengatakan Bank Dunia telah memperkirakan 70 juta orang telah jatuh ke dalam jurang kemiskinan karena persoalan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

21 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.