Bulog Akan Serap 1,68 Juta Ton Beras dari Panen Raya

Senin, 27 Feb 2023, 00:00 WIB

JAKARTA - Badan Urusan Logistik (Bulog) akan menyerap 70 persen target penyerapan cadangan beras pemerintah sebesar 2,4 juta ton atau sekitar 1,68 juta ton di tahun 2023 dari masa panen raya di Februari-Maret 2023.

"Sebanyak 70 persen dari 2,4 juta ton, kami stok dulu, untuk cadangan beras pemerintah (CBP). Bulog akan menyerap 1,68 juta ton beras untuk CBP dari masa panen raya. Kami akan mengambil sebanyak mungkin," kata Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pekan lalu.

Ket. Foto: Dirut Perum Bulog, Budi Waseso — Sumber: ANTARA/HO-SETPRES/RUSMAN

Seperti dikutip dari Antara, Budi mengatakan saat ini di gudang Bulog terdapat 405 ribu ton beras. Bulog siap menyebar pasokan beras untuk menjaga ketersediaan beras di pasar sekaligus mengendalikan harga bahan pokok tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Budi, telah memberikan arahan khusus kepada jajaran menteri dan kepala lembaga untuk mengamankan stok bahan pokok menjelang momentum permintaan tinggi di Ramadan.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpor, mengatakan pada akhir Februari hingga Maret 2023, akan terdapat panen raya di lahan pertanian seluas satu juta hektare. "Sehingga peak (puncak) dari panen raya akan terjadi di sekitar ini," tutur Mentan.

Meski demikian, Mentan mengatakan ketersediaan beras harus diikuti dengan distribusi yang baik sehingga normalisasi harga beras akan tercapai.

Guna mencapai hal tersebut, kata Mentan, diperlukan kerja sama dengan sejumlah pihak, mulai dari kementerian/lembaga terkait, sektor swasta hingga para pengusaha.

"Mudah-mudahan dalam Ramadan dan Idul Fitri nanti semua bisa berjalan sesuai harapan," katanya.

Beri Perhatian Serius

Presiden Joko Widodo telah meminta jajarannya untuk memberikan perhatian yang serius terhadap ketersediaan bahan pangan di seluruh Tanah Air, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

"Presiden betul-betul meminta semua menteri memberikan perhatian yang serius sehingga tidak ada hambatan dalam ketersediaan-ketersediaan sampai di daerah," ujar Syahrul.

Sebelumnya, Budi Waseso menegaskan pihaknya selalu berpihak kepada petani dalam negeri dengan terus membeli beras dari mereka meskipun dengan harga yang tinggi di angka 10.200 rupiah per kg.

"Supaya paham, jangan sampai nanti di sini seolah-olah Bulog itu tidak berpihak kepada petani, justru kami sangat berpihak pada petani. Karena kami buktikan dengan jajaran Bulog itu sudah empat tahun CBP tidak pernah impor," kata Budi.

Budi Waseso yang akrab disapa Buwas tersebut menjelaskan dirinya berupaya mengamankan stok beras dengan melakukan pendekatan kepada pengusaha-pengusaha beras besar dan mau membeli beras dengan harga yang ada di pasaran. Namun, para pengusaha beras tersebut tidak bersedia menjual berasnya kepada Bulog.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.