IPO Pertamina Geothermal Energy Raih Pendanaan Rp9,05 Triliun dari Publik
Jumat, 24 Feb 2023, 16:16 WIBJAKARTA- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE pada Jumat (24/2) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Dana yang diperoleh emiten sektor energi baru terbarukan dengan kode perdagangan itu mencapai 9,05 triliun rupiah.
"Pelepasan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) untuk mendukung rencana perseroan mengembangkan kapasitas terpasang perseroan sebesar 600 megawatt (MW) hingga 2027 mendatang," kata Direktur Utama PGE, Ahmad Yuniarto dalam konprensi pers usai pembukaan perdagangan.
PGE jelasnya menargetkan untuk meningkatkan basis kapasitas terpasangnya yang dioperasikan sendiri, dari 672 MW saat ini menjadi 1.272 MW pada tahun 2027, serta untuk mendukung ambisi PGE untuk terus tumbuh dan mengembangkan seluruh value chain dari sumber daya panas bumi Indonesia, sesuai dengan tagline PGE "Energizing Green Future"
Dalam aksi korporasi tersebut, PGE menawarkan saham ke publik sebanyak 10,35 miliar saham biasa atas nama, yang mewakili 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, dan ditawarkan dengan harga penawaran 875 rupiah per saham. Pelaksanaan Penawaran Umum sendiri berlangsung dari 20 hingga 22 Februari 2023.
Lebih lanjut, perseroan mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 1,50 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham atau sebanyak- banyaknya 630,39 ribu saham untuk Program Opsi Pembelian Saham Kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan (Management and Employee Stock Option Program ("MESOP").
IPO PGE sendiri tercatat mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 3,81 kali dari porsi pooling, melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Menarik Investor Strategis
PGE berhasil menarik minat investor domestik maupun multinasional yang berkualitas untuk berpartisipasi dalam IPO PGE.
Beberapa investor domestik dan multinasional yang turut berpartisipasi dalam IPO PGE antara lain Indonesia Investment Authority (INA) dan Masdar, perusahaan clean energy yang berkantor pusat di United Arab Emirates (UAE).
Dalam IPO ini, PGE menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, dan PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Selain itu, PGE juga menunjuk CLSA, Credit Suisse, dan HSBC sebagai international selling agents.
PGE saat ini mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 1.877 MW. Rinciannya, kapasitas sebesar 672 MW dikelola langsung (own operation) dan 1.205 MW melalui skema Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract).
Adapun, kapasitas PLTP 672 MW yang dikelola langsung oleh PGE berasal dari 6 Wilayah Kerja Panas Bumi, yaitu Kamojang di Jawa Barat 235 MW, Karaha di Jawa Barat 30 MW, Lahendong di Sulawesi Utara 120 MW, Ulubelu di Lampung sebesar 220 MW, Lumut Balai di Sumatera Selatan 55 MW dan Sibayak di Sumatera Utara 12 MW.
- Bursa Efek Indonesia (BEI)
- Initial Public Offering (IPO)
- green energy
- Pertamina Geothermal Energy (PGE)
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
AHY Dorong Hunian TOD di Kota Besar untuk Atasi Keterbatasan Lahan
-
Tak Tanggung-tanggung, Maluku Sajikan 47 Event Wisata di 2026 untuk Dongkrak Kunjungan Turis
-
PGE Area Kamojang Rampungkan Proyek Pemipaan Sumur Produksi Panas Bumi, Perkuat Pasokan Energi Bersih Nasional
-
Whoosh Ngebut Lagi, 62 Perjalanan Siap Layani Penumpang
-
Liga Champions: Gol Penalti Yamal Selamatkan Barcelona dari Kekalahan di Kandang Newcastle
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Menteri LH Minta Hotel, Restoran, dan Kafe Kelola Sampah secara Mandiri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.