Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Asean Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia

📅 Senin, 20 Feb 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Asean Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Doc: Berbagai Sumber – Litbang KJ/and - KORAN JAKARTA/O

JAKARTA - Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) menyatakan keketuaan Indonesia di Asean 2023 akan mendorong ekonomi kawasan Asia Tenggara lebih tangguh menghadapi gejolak global yang tidak menentu.

Analis Kebijakan Ahli Muda BKF Kemenkeu, Dessi Widya, dalam acara Komunita Meet Up Bandung ASEAN Matters: Epicentrum of Growth yang berlangsung akhir pekan lalu mengatakan Indonesia dapat mendorong Asean untuk berperan aktif, menawarkan ide dan solusi untuk memperkuat pemulihan ekonomi dan menjadikan Asia Tenggara sebagai mesin pertumbuhan ekonomi dunia yang berkelanjutan.

Indonesia, jelasnya, memimpin Asean di tengah suasana global tidak menentu seperti ada ancaman geopolitik dan inflasi, serta spillover effect dari pandemi Covid-19 di mana dunia masih berupaya untuk pulih.

Sebab itu, pemerintah Indonesia melihat isu-isu di tataran global tersebut perlu mendapatkan perhatian dan mempengaruhi kawasan sehingga strategic thrust menjadi agenda penting yang perlu dibahas secara bersama-sama di Asean.

Adapun tiga agenda prioritas atau strategic thrust yang diusung Indonesia pada keketuaan Asean 2023 di jalur keuangan, yakni recovery rebuilding, sustainability, dan digital economy.

"Kita harapkan pusat pertumbuhan di kawasan maupun global itu tidak cuma Indonesia saja, tapi Asean secara kawasan," kata Dessi.

Sebagai turunan dari tiga strategic thrust tersebut, ada sejumlah Priority Economic Deliverables (PEDs) yang disampaikan Indonesia di jalur keuangan.

Untuk pilar recovery rebuilding, PED mendorong pemulihan dan memastikan stabilitas dan ketahanan ekonomi dan keuangan di kawasan Asean. "Di bagian PED recovery rebuilding, kita ingin memperkuat mempercepat pemulihan ekonomi dan menciptakan stabilitas ekonomi yang tangguh karena selama pandemi kemarin perekonomian sangat rapuh karena sektor kesehatan tiba-tiba kolaps," katanya.

Sementara pada pilar digital economy, PED memajukan konektivitas pembayaran dan mempromosikan literasi dan inklusi keuangan digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sedangkan pada pilar sustainability, PED mempromosikan transisi keuangan untuk mendukung keuangan berkelanjutan dan ekonomi hijau.

Sektor Pariwisata

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudisthira, yang diminta pendapatnya mengatakan di era pelemahan ekonomi negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa, serta kawasan Asia Timur, maka Asean harus jadi engine of growth.

"Kerja sama di sektor pariwisata terutama wisatawan mancanegara dari Singapura, Malaysia, dan Thailand harus dioptimalkan. Di sisi lain, kerangka sistem pembayaran lintas negara seperti QRIS akan melancarkan transaksi usaha termasuk UMKM," kata Bhima.

Begitu pula dengan pemanfaatan uang lokal untuk pembayaran diharapkan menjadi solusi menjaga stabilitas kurs di Asia Tenggara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

58 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.