SMK Dukung Perekonomian Kawasan Prioritas

Kamis, 16 Feb 2023, 20:07 WIB

JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kiki Yuliati, mengatakan, pihaknya mengakselerasi pengembangan SMK berbasis industri 4.0. Hal tersebut untuk mendukung perekonomian kawasan prioritas.

"Pengembangan SMK berbasis industri 4.0 untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia (SDM) dan menggerakkan perekonomian di kawasan prioritas," ujar Kiki, dalam Sosialisasi Program Direktorat SMK, di Jakarta, Kamis (16/2).

Ket. Foto: Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kiki Yuliati, dalam Sosialisasi Program Direktorat SMK, di Jakarta, Kamis (16/2). — Sumber: Muhamad Ma'rup

Dia mengatakan, Kawasan prioritas tersebut adalah kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri (KI). Selain itu juga mencakup daerah-daerah khusus, utamanya daerah 3T, kemiskinan ekstrem, dan perbatasan.

Dia menambahkan, pihaknya menargetkan pengembangan SMK berbasis industri 4.0 dengan menyasar 31 lembaga di kawasan prioritas dan kawasan khusus. Adapun anggaran yang disiapkan adalah 68 miliar rupiah.

"Program bantuan tersebut diberikan dalam rangka pengembangan kompetensi keahlian SMK berbasis digital, pemenuhan peralatan praktik, maupun pengembangan ruang praktik siswa berbasis industri 4.0," jelasnya.

Sesuai Kompetensi

Kiki menyebut, program menyesuaikan dengan kompetensi keahlian yang dikembangkan. Sektor prioritas meliputi bidang keahlian makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, elektronik, kimia, dan farmasi.

"Tidak hanya ditujukan untuk SMK yang berada di sekitar kawasan prioritas dan daerah khusus saja, program pengembangan SMK berbasis 4.0 juga ditujukan bagi SMK-SMK yang memiliki rencana pengembangan pembelajaran berbasis digital dan pelaksanaan pembejalaran model teaching factory," katanya.

Dia mengungkapkan, pihaknya akan menyalurkan bantuan sebesar 15 miliar rupiah untuk 50 lembaga dalam rangka pengembangan teaching factory. Program meliputi kinerja pembelajaran berbasis produksi dan pembelajaran berbasis proyek sesuai kemajuan teknologi.

"Alokasi dana tersebut akan diberikan kepada SMK yang berfokus pada pengembangan produk barang atau jasa yang berbasis pada keunggulan wilayah," tandasnya.

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi merupakan tulang punggung masa depan Indonesia. Pihaknya akan mendorong terus penguatan regulasi untuk mendukung kebijakan peningkatan pendidikan vokasi dan pengarusutamaan pendidikan vokasi.

"Pendidikan vokasi merupakan tulang punggung masa depan kita. Ketika kita mengarusutamakan pendidikan vokasi. Itu sama saja kita menguatkan tulang punggung peradaban kita di masa yang akan datang," terangnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.