Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Degradasi Lingkungan Membuat Ketersediaan Air Berkualitas Semakin Sulit

📅 Kamis, 16 Feb 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Degradasi Lingkungan Membuat Ketersediaan Air Berkualitas Semakin Sulit Doc: BMPI SETPRES
Ket. TERIMA DELEGASI WORLD WATER COUNCIL I Presiden Joko Widodo menerima Presiden World Water Council, Loic Fauchon (kanan) dan delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (15/2). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo antara lain menekankan enam topik yang harus dibahas dalam penyelenggaraan World Water Forum ke-10 di Bali tahun 2024 mendatang, salah satunya adalah kebutuhan air untuk manusia dan lingkungan.

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya saat "Kick Off Meeting" Forum Air Dunia (World Water Forum/WWF) ke-10 di Jakarta, Rabu (15/2), mengatakan sumber daya air berkelanjutan menjadi isu yang sangat mendesak bagi dunia. Kebutuhan air di dunia meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk, peningkatan produksi pangan dan juga industri.

Sementara itu, ketersediaan air yang berkualitas dan berkelanjutan semakin sulit akibat degradasi lingkungan dan perubahan iklim. "Pengelolaan sumber daya air secara efisien dan terpadu merupakan agenda yang harus kita kerjakan bersama agar air bisa dikelola dan bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran bersama," kata Presiden.

Sejumlah agenda yang perlu menjadi isu prioritas dalam Forum Air Dunia yang akan berlangsung pada 18-24 Mei 2024 mendatang di Bali, yakni upaya konservasi, ketersediaan air bersih dan sanitasi, ketahanan pangan dan energi, hingga mitigasi bencana alam berupa banjir dan kekeringan.

"Agenda-agenda tersebut harus menjadi kerja bersama, partisipasi rakyat dan kerja sama dari berbagai pihak. Dialog dan kemitraan antarnegara yang dilakukan dalam semangat kebersamaan untuk kesejahteraan rakyat dunia," kata Jokowi.

Agenda-agenda prioritas itu, membutuhkan banyak inovasi, termasuk inovasi dalam pendanaan. Inovasi di aspek finansial tersebut perlu melibatkan pemerintah dan swasta.

Setiap pemangku kepentingan juga, papar Presiden, memerlukan inovasi teknologi untuk mengelola kebutuhan konsumsi energi dan pangan, serta komitmen untuk berbagi dan bekerja sama. "Saya sangat mengharapkan pertemuan awal menuju the 10th WWF ini dapat menghasilkan agenda-agenda penting yang akan kita tindak lanjuti pada acara puncak WWF di Bali," kata Kepala Negara.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan hasil WWF tahun depan dapat menjadi referensi global terkait pengelolaan sumber daya air. "Hasilnya, pasti menjadi referensi bagi seluruh dunia, tidak hanya Indonesia," kata Basuki.

Indonesia bisa mengambil dan belajar dari pengalaman terkait air dari negara lain seperti penanganan banjir, sebaliknya negara lain juga berkesempatan untuk belajar dari kearifan lokal yang dimiliki Indonesia terkait pengelolaan air seperti subak di Bali.

Ekosistem Pangan Lokal

Pakar Pangan Lokal dari Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Saptarining Wulan, mengatakan pemerintah harus menjaga ekosistem pangan lokal untuk menjaga ketahanan pangan di masa depan. Meluasnya ekspansi perkebunan kelapa sawit di sejumlah daerah, termasuk Papua, bisa mengancam ekosistem pangan lokal, seperti sagu dan umbi-umbian, karena komoditas tersebut mengonsumsi air banyak. "Semakin meluas perkebunan sawit, serapan airnya juga tinggi," katanya.

Begitu pula dengan upaya mengubah alam dari vegetasi hutan hujan tropis ke persawahan monokultur dinilai kurang tepat, karena akar tanaman padi tidak mampu menahan air hujan di musim hujan dan mengeluarkan air di musim kemarau seperti fungsi vegetasi hutan hujan tropis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.