Rupiah Masih Tertekan

Selasa, 14 Feb 2023, 07:58 WIB

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya, hari ini (14/2). Pergerakan rupiah diperkirakan maaib dipengaruhi sentimen risk off sehingga mendorong penguatan dollar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Chief Analist DCFX Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih akan dalam tekanan dollar AS oleh sentimen yang sama yaitu inflasi. Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (14/2), bakal bergerak di kisaran 15.100-15.300 rupiah per dollar AS.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dollar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (13/2), turun seiring kekhawatiran pasar terhadap potensi kebijakan moneter Bank Sentral AS atau The Fed yang lebih ketat.

Kurs rupiah, Senin (13/2), ditutup merosot 71 poin atau 0,47 persen dari akhir pekan lalu menjadi 15.205 rupiah per dollar AS.

"Sejak rilis data Non Farm Payroll AS bulan Januari di minggu pertama bulan Februari lalu yang hasilnya lebih dari dua kali ekspektasi pasar, pelaku pasar kembali mewaspadai kalau-kalau kebijakan moneter AS akan kembali lebih ketat," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta.

Departemen Tenaga Kerja AS, Jumat (3/2), melaporkan data ketenagakerjaan nonpertanian (Non Farm Payroll) meningkat 517.000 pada Januari, jauh lebih baik dari yang diharapkan 187.000.

Ariston menuturkan membaiknya situasi ketenagakerjaan AS berpotensi meningkatkan konsumsi dan berujung pada kenaikan inflasi. Padahal inflasi AS masih jauh dari target dua persen. Inflasi tinggi tersebut yang berusaha diturunkan oleh The Fed dengan cara mengetatkan kebijakan moneternya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.