Kilau Emas Meredup Jelang Rilis Data Inflasi AS
Selasa, 14 Feb 2023, 16:12 WIBCHICAGO - Harga emas kembali tergelincir pada akhir perdagangan Senin (13/2) waktu Chicago, Amerika Serikat (AS) atau Selasa (14/2) pagi WIB, memperpanjang kerugian hari ketiga berturut-turut, karena para pedagang menunggu lebih banyak isyarat tentang ekonomi AS dari data inflasi utama yang akan dirilis hari ini.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Divisi Comex New York Exchange, merosot 11 dollar AS atau 0,59 persen menjadi ditutup pada 1.863,50 dollar AS per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tingkat tertinggi sesi 1.877,20 dollar AS dan terendah 1.860,80 dollar AS.
Emas berjangka jatuh 4,0 dollar AS atau 0,21 persen menjadi 1.874,50 dollar AS pada Jumat (10/2/2023), setelah jatuh 12,20 dollar AS atau 0,65 persen menjadi 1.878,50 dollar AS pada Kamis (9/2/2023), dan terdongkrak 5,9 dollar AS atau 0,31 persen menjadi 1.890,70 dollar AS pada Rabu (8/2/2023).
Investor menyesuaikan posisi di tengah kegugupan menjelang Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat, karena gambarannya akan menjadi lebih jelas setelah data inflasi Januari dirilis.
Pembacaan indeks harga konsumen Selasa diperkirakan akan menjelaskan lebih lanjut di mana suku bunga berpotensi mencapai puncaknya di AS. Sementara inflasi diperkirakan akan turun lebih jauh pada Januari dari bulan sebelumnya, namun masih dalam tren di tingkat yang relatif tinggi.
Ekspektasi pasar adalah bahwa Federal Reserve AS akan terus menaikkan suku bunga, mendorong suku bunga di atas 5,0 persen dalam beberapa bulan mendatang, kemudian mempertahankannya hingga setidaknya tahun 2024. Beberapa bahkan bertaruh bahwa suku bunga dapat bergerak lebih tinggi hingga 6,0 persen atau lebih.
Kenaikan suku bunga menjadi pertanda buruk bagi emas dan aset-aset lain yang tidak memberikan imbal hasil. Penguatan dollar, yang diuntungkan dari suku bunga yang lebih tinggi, juga membuat logam kuning lebih mahal untuk pembeli dengan mata uang lainnya.
Sementara itu, dollar AS merosot pada perdagangan Senin (13/2/2023) ketika para pelaku pasar menunggu laporan inflasi utama dengan indeks dollar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,26 persen menjadi 103,3630, memberikan dukungan terhadap emas.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 22,3 sen atau 1,01 persen, menjadi menetap pada 21,852 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat 7,60 dollar AS atau 0,8 persen, menjadi ditutup pada 959,40 dollar AS per ounce.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Enlit Asia-Electricity Connect jadi platform percepat transisi energi di ASEAN
-
PT KAI: Volume Penumpang Kereta Api Yogyakarta-Solo-Madiun Tumbuh Pesat
-
Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini: UBS Rp2.892.000, Antam Rp2.954.000, Galeri24 Rp2.833.000 per Gram
-
Tim SAR Evakuasi Jenazah Tanpa Identitas di Pantai Savaya
-
Film “Ghost In The Cell” Raup 560.307 Orang Penonton pada Hari ke-3 Penanyangan
-
Harga Emas di Pegadaian Pagi Ini Kompak Turun, Cek Daftar Harga Terkini!
-
Ekspor Daun Kratom dari Kukar Tembus Ratusan Ton Tiap Bulan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.