Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Transisi Kendaraan Listrik Jadi Peluang Bagi Montir di Indonesia

📅 Jumat, 10 Feb 2023, 20:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transisi Kendaraan Listrik Jadi Peluang Bagi Montir di Indonesia Doc: antara
Ket. Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo

Denpasar - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengatakan transisi kendaraan konvensional ke kendaraan bertenaga listrik dapat menjadi suatu peluang baru bagi para montir di Indonesia.

"Pemerintah sedang mendorong percepatan migrasi dari konvensional ke elektrik. Peluangnya adalah belum banyak sekarang yang paham tentang mesin elektrik," ujar Bambang Soesatyo saat membuka kegiatan Festival Montir Mania di Kebon Vintage Cars Bali, Kota Denpasar, Bali, Jumat (10/2).

Ia mengatakan apabila ada montir yang bisa belajar mengenai kendaraan listrik sejak awal, maka mereka akan lebih cepat memiliki pengetahuan terkait kendaraan listrik dibanding montir yang lainnya.

"Nanti pengetahuannya akan lebih cepat dibanding yang lainnya untuk perbaikan mobil listrik, motor listrik karena lama-lama (kendaraan listrik) akan membanjiri. Jadi sebetulnya kehadiran mobil listrik tidak menggusur montir-montir yang sudah ada. Tinggal menambah belajarnya saja," katanya.

Bambang Soesatyo menjelaskan dengan semakin berkembangnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia akan menjadi peluang besar bagi para montir.

Selain itu, menurut dia pengerjaan perbaikan dan perawatan kendaraan listrik juga jauh lebih mudah karena komponen dan suku cadangnya tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional.

"Pekerjaannya tidak terlalu belepotankarena elektrik. Tapi tetap ada spare partnya, kancommandbesarnya listrik, dinamonya ada, penggerak roda ada, remnya pasti ada, AC nya elektriknya masih ada. Sebenarnya tidak terlalu beda jauh, yang membedakan adalah mesin diganti dengan baterai," tambah dia.

Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi kegiatan Festival Montir Mania Bali yang diselenggarakan oleh IMI bersama IMI Bali dan pihak-pihak terkait lainnya tersebut.

"Yang penting adalah bukan soal menang kalahnya tapi soal menambah jaringan. Jaringan para montir dan keahlian masing-masing ini yang perlu diperhatikan. Tidak semua montir bisa menangani berbagai macam merk mobil, tapi kalau semua sudah kumpul maka dengan jaringan yang kita punya mampu menangani apapun," pungkas Bambang Soesatyo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

29 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.