Pemerintah Bangun Kabel Bawah Laut

Rabu, 08 Feb 2023, 08:46 WIB

JAKARTA - Pemerintah berencana membangun kabel listrik bawah laut untuk menyambungkan lima area utama kelistrikan di Indonesia atau yang dikenal dengan istilah Jaringan Listrik Supergrid Nusantara. Dengan adanya interkoneksi jaringan listrik supergrid, berbagai sumber energi baru terbarukkan (EBT) yang tersebar dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga bauran energi nasional berbasis EBT dapat meningkat.

"Kita akan membuat apa yang dinamakan national supergrid atau supergrid karena kita negara kepulauan yang teridri 17.000 atau 18.000 pulau yang pada saatnya akan kita hubungkan dengan kabel listrik bawah laut," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, di Jakarta, Selasa (7/2).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Rida mencontohkan pembangunan supergrid mirip seperti jaringan kabel Telkom yang menghubungkan seluruh wilayah Indonesia melalui kabel bawah laut.

Rida memastikan pembangunan supergrid akan diwujudkan untuk menyalurkan listrik dari satu titik ke titik lain. Hal itu dimaksudkan untuk mengoptimalkan sumber listrik EBT tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia dari Papua hingga Aceh.

Rida mengungkapkan Indonesia memiliki potensi EBT berlimpah mulai dari energi surya, bayu, hidro, bioenergi, panas bumi, dan juga laut yang totalnya 3.686 gigawatt (GW). Karena itu, potensi tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal.

Adapun pembangunan supergrid sebagai solusi pemerataan listrik berbasis EBT sebelumnya pernah diungkapkan Menteri ESDM Arifin Tasrif diacara BloombergNEF Summit 2022 bertajuk Indonesia's Sustainable Energy Transition Ambition di Nusa Dua, Bali, tahun lalu.

Menteri Arifin kembali menegaskan supergrid adalah salah satu upaya untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat karena banyak menggunakan pembangkit dari EBT.

Sebagai informasi, ide pembangunan Supergrid Nusantara digagas oleh Guru Besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung (ITB), almarhum Pekik Argo Dahono.

Saat itu, Pekik mengungkapkan gagasannya untuk menghubungkan jaringan listrik dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua. Pekik melihat potensi EBT di Tanah Air tidak merata dan jauh dari permintaan. Salah satu syarat mengembangkan EBT adalah dengan transmisi sehingga interkoneksi transmisi sangat diperlukan.

Tenaga Surya

Sementara itu, pengamat energi terbarukan, Surya Darma, ketika dihubungi, Selasa (7/2), mengatakan pemerintah memang harus lebih agresif meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi nasional. Dia menyarankan agar pemerintah memanfaatkan penggunaan energi surya untuk mengejar ambisi target NZE pada 2060.

"Capaian yang paling cepat, mudah, dan realistis adalah dengan memanfaatkan energi surya dalam bauran energinya secara nasional. Jika dibandingkan dengan lima klaster energi terbarukan lainnya, seperti hidrogen, panas bumi, bioenergi, angin, dan energi laut maka energi matahari memiliki banyak kelebihan," tegas Surya Darma.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.