• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Penyanyi Iran yang Hadapi ...

Penyanyi Iran yang Hadapi Ancaman Penjara Raih Grammy

Selasa, 07 Feb 2023, 13:57 WIB

LOS ANGELES - Seorang penyanyi Iran yang menghadapi ancaman hukuman penjara karena lagu karyanya yang menjadi lagu wajib untuk protes yang masih terus berlangsung dan mengguncang Republik Islam itu, hari Senin (6/2) pagi menangis setelah mengetahui ia meraih penghargaan Grammy.

Shervin Hajipour tampak tertegun setelah mendengar Jill Biden, istri Presiden AS, Joe Biden, mengumumkan ia meraih penghargaan khusus Grammy dalam kategori baru lagu untuk perubahan sosial. Sebuah video yang diunggah di Internet memperlihatkan Hajipour di ruang yang gelap menyeka air mata setelah pengumuman itu.

Ket. Foto: Shervin Hajipour — Sumber: VoA/AFP

Lagu karya Hajipour, Baraye, yang berarti Untuk atau Karena, dimulai dengan kata-kata, "Untuk menari di jalan-jalan," "untuk rasa takut yang kita rasakan sewaktu kita berciuman". Lirik lagu itu mencantumkan berbagai alasan yang diunggah orang-orang muda Iran di Twitter mengenai mengapa mereka melancarkan protes menentang teokrasi yang berkuasa di Iran.

Lagu itu diakhiri dengan slogan yang diteriakkan secara luas, "Untuk perempuan, hidup, kebebasan." Kata-kata itu telah dianggap identik dengan protes di Iran sejak kematian perempuan Iran-Kurdi, Masha Amini, pada September lalu.

Dirilis di laman Instagram Hajipour, lagu itu dengan cepat menjadi viral. Hajipour kemudian ditangkap dan ditahan selama beberapa hari sebelum dibebaskan dengan uang jaminan pada Oktober. Penyanyi berusia 25 tahun itu menghadapi tuduhan "propaganda menentang rezim" dan "menghasut kekerasan," kata Human Rights Activists in Iran, kelompok yang memantau protes selama berbulan-bulan itu.

Tuduhan yang dihadapi Hajipour dapat dikenai ancaman maksimal enam tahun penjara. Penyanyi itu juga dilarang meninggalkan iran.

Jill Biden, yang mengenakan baju tanpa lengan rancangan Oscar de la Renta pada acara penganugerahan Grammy di Los Angeles, mengatakan, sebuah lagu yang dapat mempersatukan, menginspirasi dan pada akhirnya mengubah dunia.

"Lagu ini menjadi lagu wajib protes Mahsa Amini, suatu seruan bagi kebebasan dan hak-hak perempuan yang kuat dan puitis," ucap dia. "Shervin ditangkap, tetapi lagu ini terus bergaung di seluruh dunia dengan tema yang kuat: Perempuan, hidup, kebebasan," imbuh Ibu Negara AS itu.

Mereka yang hadir menyambut pernyataan Biden. Di Instagram, Hajipour hanya menulis, "Kita menang."

Belum ada reaksi segera di media pemerintah Iran atau dari para pejabat pemerintah mengenai kemenangan Hajipour. Penyanyi ini termasuk di antara lebih dari 19.600 orang yang ditangkap di tengah-tengah demonstrasi, menurut Human Rights Activists in Iran. Sedikitnya 527 orang telah tewas di tengah-tengah penumpasan demonstrasi yang dilakukan dengan kekerasan oleh pihak berwenang.

Hari Minggu (5/2), pemimpin tertinggi Iran dilaporkan memerintahkan pemberian amnesti atau pengurangan hukuman penjara untuk puluhan ribu orang yang ditahan di tengah-tengah protes, mengakui untuk pertama kalinya skala penindakan keras tersebut. VoA/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.