Antibodi Covid-19 Tertinggi Dimiliki Penerima 'Booster'

Senin, 06 Feb 2023, 00:01 WIB

JAKARTA - Hasil serologi survei nasional terkini menunjukkan kadar antibodi tertinggi terdapat pada warga yang telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis penguat atau booster. Untuk itu, masyarakat diminta mengusahakan melengkapi vaksinasi sampai dosis penguat.

"Kalau mau tetap terlindung, usahakan dengan melengkapi vaksinasi sampai booster. Sebab, hasil serosurvei menunjukkan distribusi kadar antibodi yang tertinggi," kata Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI), Pandu Riono, di Jakarta, Sabtu (5/2).

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: Covid19.go.id

Seperti dikutip dari Antara, Pandu mengatakan serosurvei terkini yang bergulir pada Januari 2023 di 34 provinsi dan 99 kabupaten/kota di Indonesia menunjukkan 99 persen penduduk Indonesia telah memiliki antibodi Covid-19.

Data itu didapatkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap sampel darah dan wawancara yang diwakili 16.286 (94 persen) responden yang sama dari dua kegiatan serupa sebelumnya, pada Desember 2020 dan Juli 2022.

Level antibodi yang dimiliki masyarakat dilaporkan meningkat sebesar 1,5 kali sejak Juli 2022 sebesar 2.095 menjadi 3.207.

Lengkapi Vaksin Covid-19

Meski antibodi masyarakat Indonesia relatif tinggi, kata Pandu, tapi setiap individu memiliki lebar kadar yang bervariasi. Semakin lengkap dosis vaksin maka semakin kuat perlindungannya dari sakit berat hingga kematian akibat SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

"Virus masih ada, dan terus bermutasi. Maka pilihannya, siapkan antibodi yang andal dalam efek perlindungan, yaitu yang tertinggi (booster)," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Syarifah Liza Munira, mengemukakan vaksinasi Covid-19 booster kedua tetap penting dipenuhi, meki 99 persen penduduk telah memiliki kadar kekebalan tubuh terhadap risiko infeksi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

"Sebesar 99 persen ini kan proporsi penduduk yang mempunyai antibodi, tapi kadarnya berbeda-beda," kata Liza.

Liza mengatakan hasil serologi survei terbaru yang dilaporkan tim epidemiolog dari FKM-UI menunjukkan kadar antibodi tertinggi yang dimiliki masyarakat Indonesia yang telah mendapatkan suntikan vaksinasi dosis penguat atau booster.

Artinya, kata dia, semakin lengkap dosis vaksinasinya maka semakin tinggi kadar antibodi yang dimiliki untuk menekan risiko sakit berat hingga kematian akibat virus korona.

Liza mengatakan vaksin Covid-19 yang beredar di Indonesia saat ini belum bisa mencegah penularan atau transmisi dari manusia ke manusia. "Tapi, vaksin yang ada saat ini bisa mencegah keparahan kondisi kalau kita terkena Covid-19, sedangkan risiko kenanya masih ada," katanya.

Lebih jauh, Pandu mengatakan vaksinasi booster kedua merupakan prioritas untuk melindungi kelompok masyarakat paling berisiko yakni lansia dan mereka yang komorbid.

Pandu mengatakan analisa tentang penurunan kadar perlindungan vaksin Covid-19 dalam enam bulan tidak terbukti dalam studi serologi survei antibodi di Indonesia.

"Negara Barat menyatakan orang yang sudah punya antibodi, kadarnya akan menurun. Sehingga setiap 6 bulan sekali harus di-booster. Ternyata dari hasil studi kami tidak demikian," kata Pandu.

Hal yang memengaruhi situasi itu, kata Pandu, karena campuran dari vaksin program pemerintah dan vaksin alami yang diperoleh dari infeksi virus korona.

"Faktor utamanya karena pengaruh vaksinasi program pemerintah dan alamiah yang disebut hibrida, sehingga imunitas penduduk Indonesia bagus," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.