Masyarakat Belum Dapat Terima Fluktuasi Harga BBM
Kamis, 02 Feb 2023, 10:32 WIBJAKARTA - Fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) sejatinya wajar terjadi, seperti perubahan harga barang dan jasa pada umumnya. Sebab, kondisi tersebut sangat bergantung pada fluktuasi harga minyak mentah pasar internasional yang terfluktuasi setiap harinya.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro menyatakan fluktuasi harga BBM secara relatif tampak belum sepenuhnya dapat diterima meskipun merupakan sesuatu yang wajar, bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut karena dalam kurun waktu yang cukup lama masyarakat Indonesia telah terbiasa dengan harga BBM yang stabil akibat diintervensi harga oleh pemerintah.
"Perubahan kondisi permintaan dan penawaran minyak Indonesia menyebabkan biaya yang diperlukan untuk dapat mengintervensi harga BBM semakin besar," kata Komaidi lewat keterangannya di Jakarta, Rabu (1/2).
Menurut Komaidi, konsumsi minyak Indonesia meningkat dari kisaran 300 ribu barel per hari pada periode awal pelaksanaan pembangunan menjadi sekitar 1,5 juta barel per hari.
Sementara kemampuan produksi minyak Indonesia yang sempat mencapai 1,6 juta barel per hari, saat ini turun menjadi 600-700 ribu barel per hari.
"Harga BBM secara umum sama dengan harga barang dan jasa yang lain, dibentuk melalui komponen biaya-biaya dalam proses pengadaannya," ujar pengajar Program Magister Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti.
Komponen Pembentuk
Harga BBM di antaranya ditentukan oleh harga minyak mentah, nilai tukar rupiah, biaya untuk mengangkut minyak mentah, biaya pengolahan/ pengilangan, biaya penyimpanan BBM, biaya distribusi BBM, tarif pajak yang meliputi PPN dan PBBKB, dan margin wajar badan usaha yang terlibat dalam rantai bisnis penyediaan BBM.
Sebagian besar komponen pembentuk harga BBM tersebut bersifat fluktuatif. Karena itu, menjadi logis jika harga BBM juga fluktuatif, dapat naik dan turun sesuai dengan perubahan faktor pembentuk harganya. "Jika selama ini harga BBM di Indonesia relatif stabil, hal tersebut bukan karena faktor-faktor pembentuk harganya yang stabil, tetapi lebih karena harga BBM diintervensi oleh pemerintah," ungkap Komaidi.
Meskipun relatif sama dengan barang dan jasa yang lainnya, perhitungan harga wajar BBM tidak mudah untuk dapat disederhanakan. Terdapat sejumlah faktor penting yang perlu dilihat lebih cermat ketika menghitung harga wajar BBM. Salah satunya adalah terkait karakteristik minyak mentah dan pengaturan pada kilang minyak.
Menurut Komaidi, jenis minyak mentah dan pengaturan kilang akan berpengaruh terhadap produk yang akan dihasilkan dari proses pengilangan. Produk yang akan dihasilkan umumnya akan tergantung dari crude assay. Melalui crude assay sudah akan diketahui berapa komposisi dari masing-masing produk yang akan dihasilkan mulai dari gas, elpiji, minyak tanah, bensin, solar, dan residunya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
KPK: Modus Korupsi Kepala Daerah Berulang, Terungkap dari 10 OTT 2025–2026
-
Dirugikan Lembaga Keuangan? OJK Resmi Bikin Aturan Gugatan Konsumen
-
Luapan Kali Ciliwung Capai Tiga Meter, Sebanyak 38 RT di Jaktim Terendam pada Jumat Pagi
-
Pemprov Babel Bantu Umat Konghucu Rayakan Imlek guna Perkuat Kerukunan
-
Dari Ramadan hingga Pascaidulfitri: PLN NP Pasok 14,1 GW Listrik, Siagakan 8.898 Personel
-
BMKG Memprakirakan Tinggi Gelombang di Perairan Sulut Mencapai 2,5 Meter
-
Google Siapkan Fitur Avatar 3D di Gemini Android, Wajah Digital Siap Gantikan Kamera Asli
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.