Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keterlaluan, Suami yang Bergantung pada Istri Lebih Rawan Selingkuh

📅 Kamis, 02 Feb 2023, 16:20 WIB | Oleh:
Keterlaluan, Suami yang Bergantung pada Istri Lebih Rawan Selingkuh Doc: Freepik/Senivpetro
Ket. Ilustrasi.

Sebuah penelitian menunjukkan pria yang menggantungkan diri secara finansial kepada istrinya cenderung lebih berpotensi selingkuh.

Dalam studi berjudul "Her Support, His Support: Money, Masculinity, and Marital Infidelity" yang diterbitkan pada American Sociological Review pada 2015 silam, peneliti mengamati data selama 10 tahun pada 2.750 orang menikah berusia 18 hingga 32 tahun.

Hasilnya, para suami yang secara finansial dihidupi oleh istrinya memiliki kecenderungan untuk berselingkuh yang lebih tinggi, yaitu sekitar 15 persen.

Christin L. Munsch, asisten profesor sosiologi di University of Connecticut yang memimpin penulisan studi itu, menuturkan bahwa para suami yang bergantung para istri merasa maskulinitasnya terancam. Untuk mengatasi hal ini, perselingkuhan menjadi cara bagi mereka dalam membangun kembali maskulinitas tersebut.

"Secara bersamaan, perselingkuhan memungkinkan pria yang terancam untuk menjauhkan diri dari, dan mungkin menghukum, pasangan mereka yang berpenghasilan lebih tinggi," ujar Munsch, seperti dilansir dari You Beauty.

Menurut Munsch, laki-laki pada dasarnya memang memiliki naluri untuk selalu mendominasi wanita. Ketika mereka 'dipaksa' untuk bergantung kepada wanita atau istrinya, itu akan membuat mereka mencari cara untuk menebusnya.

Sebaliknya, istri yang sepenuhnya didukung secara finansial oleh suami mereka 5 persen lebih mungkin untuk berselingkuh.

Di sisi lain, Munsch menjelaskan karena wanita pencari nafkah tahu bahwa mereka menantang status quo, mereka akhirnya terlibat dalam apa yang oleh sosiolog disebut sebagai perilaku netralisasi.

Mereka cenderung akan meminimalkan pencapaiannya dengan melakukan lebih banyak pekerjaan rumah yang diidentikan dengan gender mereka. Menurut Munsch, hal ini ditujukan untuk mengurangi konflik antarpribadi dan menopang maskulinitas suami mereka.

"Ini juga bertujuan untuk menjaga hubungan yang berpotensi tegang tetap utuh," ujar Munsch.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.