Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PM Jepang Inginkan Sistem Baru yang Lepas dari Masa Lalu

📅 Selasa, 24 Jan 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
PM Jepang Inginkan Sistem Baru yang Lepas dari Masa Lalu Doc: ANTARA/Kyodo via REUTERS
Ket. Arsip - Warga berdoa di depan tugu peringatan para korban bom atom 1945 di Peace Memorial Park di Hiroshima, Jepang barat (06/08/2022).

Istanbul - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan pada Senin bahwa negara itu "harus melepaskan diri dari praktik-praktik mapan masa lalu".

Pernyataan Kishidaitu muncul di tengah upaya Jepang untuk memperkuat sistem pertahanannya.

"Jepang berada pada masa yang sangat penting, 77 tahun setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua," kata Kishida di depan parlemen saat membuka sidang 15 hari di ibu kota Tokyo.

"Negara harus melepaskan diri dari praktik-praktik mapan di masa lalu dan menciptakan aturan masyarakat, ekonomi dan internasional yang sesuai dengan era baru," ungkap Kishida kepada Diet(parlemen Jepang), seperti dilaporkan NHK.

Bulan lalu, Jepang mengadopsi strategi terbaru di bidang keamanan nasional, yang memungkinkan angkatan bersenjata negara itu memperoleh apa yang disebutnya "kemampuan serangan balik."

Strategi keamanan dan pertahanan utama yang diperbarui memberi militer Jepang kemampuan membalas serangan dan menyerang target di wilayah musuh untuk mencegah serangan.

Strategi itujuga mengizinkan pemerintah mengalokasikan 43 triliun yen (sekitar Rp5kuadriliun) untuk anggaran pertahanan selama lima tahun mulai tahun fiskal 2023.

Strategi terbaru itu juga memandang China sebagai "tantangan strategi terbesar", menyebut Korea Utara sebagai"ancaman lebih besar dan lebih dekat dari sebelumnya", dan Rusia sebagai "masalah keamanan yang serius".

Menurut Kyodo News, Kishida mengatakan pemerintahannya "akan mengambil langkah untuk mendapatkan dana yangmemadai guna mencapai tujuan dengan menggandakan belanja pertahanan per tahun menjadi sekitar dua persen dari produk domestik bruto selama lima tahun ke depan, setara dengan anggota NATO".

Dia menekankan "keinginannya untuk menjalin hubungan yang membangun dan stabil dengan China dan berkomunikasi erat dengan Korea Selatan".

PM Kishida mengatakan pemerintahannya akan mengutamakan kebijakan yang memfasilitasi pengasuhan anak sebagai "investasi paling efektif bagi masa depan".

Kishida memperingatkan bahwa negara berpenduduk 126 juta jiwa itu, yang berjuang menghadapi populasi yang menua, berada "di ambang kehilangan fungsi sosialnya karena angka kelahiran menurun dengan cepat".

Ia mengatakan angka kelahiran di Jepang diperkirakan di bawah 800 ribu per tahun.

Kishida berjanji untuk membalikkan angka kelahiran yang turun di negara itu.

Dia mengatakan pemerintahnya akan berusaha "menciptakan ekonomi dan masyarakat yang mengutamakan anak-anak" melalui Badan Anak dan Keluarga, badan pemerintah baru yang akan diluncurkan pada April.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

15 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.