Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Batang Siapkan Empat Titik Evakuasi Dampak Aktivitas Gunung Dieng

📅 Rabu, 18 Jan 2023, 22:12 WIB | Oleh:
Batang Siapkan Empat Titik Evakuasi Dampak Aktivitas Gunung Dieng Doc: antaranews
Ket. Desa Dieng, Jawa Tengah

BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyiapkan empat titik evakuasi bagi warga Desa Pranten dan Gerlang, Kecamatan Blado di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara untuk mengantisipasi dampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Dieng.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Ulul Azmi di Batang, Rabu, mengatakan lokasi dua desa tersebut memang lebih berdekatan dengan sejumlah kawah sehingga berpotensi terimbas langsung dengan naiknya aktivitas vulkaniknya.

"Di Gerlang itu diwaspadai terdapat potensi gas beracun, sedangkan di Pranten ada potensi letusan freatik dan juga diketahui berdekatan dengan lokasi Kawah Sileri," katanya.

Pihaknya sudah memasang papan penunjuk arah untuk jalur evakuasi dan menyiapkan empat titik pengungsian, antara lain di Gerlang di lapangan desa setempat dan Kayuabang, sedangkan Pranten titik evakuasi di Lapangan Dwarawati dan dekat Candi Dwarawati, Kabupaten Banjarnegara.

"Yang kami waspadai adalah titik-titik yang berdekatan dengan pemukiman. Kami selalu memantau perkembangan Gunung Dieng setiap hari," katanya.

Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas Gunung Dieng naik dari level I menjadi level II atau status waspada.

Gunung Dieng merupakan gunung purba yang pernah meletus hebat sekitar tahun 800-900 Masehi.

"Demikian pula, seperti diketahui sebelumnya Gunung Dieng pernah erupsi pada 1939, 1944, 1979, 2009. Tahun 1939, erupsi freatik terjadi yang mengakibatkan retakan membentuk lereng dan menghasilkan pancaran lumpur," katanya.

Ulul Azmi juga menyebutkan Gunung Dieng pada 1979 pernah memunculkan gas beracun di Kawah Sinila yang menewaskan 149 orang.

"Selanjutnya, erupsi juga terjadi pada 1943, 1939, 1928, 1883-1884, 1847, 1826, 1825, 1786, 1776, dan 1375," katanya.

Menurut dia, pemukiman warga Desa Pranten, Kecamatan Bawang dan Gerlang, Kecamatan Blado berada dekat dengan kawah dan dapur magma.

"Kalau di Pranten, pemukiman warga Dukuh Rejosari berdampingan dengan kawah sedang di Gerlang itu diwaspadai terdapat potensi gas beracun," pungkas Ulul Azmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.