Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Magetan Kenalkan Durian Varietas Saman Jadi Ikon

📅 Senin, 16 Jan 2023, 03:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Magetan Kenalkan Durian Varietas Saman Jadi Ikon Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Magetan
Ket. Warga Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengenalkan durian varietas unggulan produksi daerah setempat yang diberi nama "Saman" agar dikenal khalayak dan menjadi buah ikon lokal, seperti Jeruk Pamelo.

Magetan - Warga Desa Plangkrongan Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengenalkan durian varietas unggulan produksi daerah setempat yang diberi nama "Saman" agar dikenal khalayak dan menjadi buah andalan lokal atau ikon, seperti Jeruk Pamelo.

Kepala Desa Plangkrongan Wawan Setiyo Budi mengatakan Durian Saman dinamakan demikian karena disesuaikan dengan nama pemiliknya, yakni Mbah Saman yang berasal dari Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, Magetan.

"Pohon Durian Saman relatif sama seperti pohon durian pada umumnya, hanya saja agak pendek. Sedangkan untuk ukuran buahnya tidak terlalu besar, tapi daging buahnya tebal serta berwarna kuning," ujar Wawan di Magetan, Minggu.

Menurutnya, Durian Saman sudah dikembangkan sejak dulu. Bantuan bibit pun juga telah diberikan untuk memberi stimulan agar warga Plangkrongan mau menanam dan memperbanyak jumlah anakan Durian Saman.

"Kalau dari desa sudah berusaha memberi bibit agar masyarakat mau menanam. Memang prosesnya agak lama, dan ini memang proyek jangka panjang," ucap dia.

Selain itu, dalam rangka memenuhi jumlah permintaan, pemerintah desa setempat juga mencoba untuk mengenalkan bahwa tidak semua durian dari Plangkrongan adalah Durian Saman. Ini didapatkan dari anakan Durian Saman yang apabila berbuah akan diberi nama yang berbeda.

"Supaya orang tahu, kalau, misal, cocok dengan satu jenis tertentu, maka akan langsung mencari pemiliknya, walaupun indukan nya sebenarnya sama-sama dari Durian Saman. Hanya saja kadang dari segi tanah dan pengelolaan beda, maka hasilnya juga cenderung akan berbeda," tutur Wawan.

Namun, hal tersebut tentu masih butuh kerja keras. Pemdes Plangkrongan mengaku terkendala dengan minat warga yang belum banyak menanam buah Durian Saman, dikarenakan jangka waktu yang cukup lama untuk berbuah dan tata kelola pohon yang dinilai susah.

Hal tersebut dibuktikan dengan pemikiran kebanyakan warga yang menganggap bahwa durian adalah buah biasa yang tidak memiliki nilai jual tinggi.

"Sehingga biasanya warga menjual dengan pikiran yang penting laku, bahkan banyak yang menjual dengan harga Rp10 ribu per buah," katanya.

Karenanya, menjadi perhatian yang serius oleh pemdes setempat untuk mengembangkan Durian Saman semaksimal mungkin agar tidak hilang sebagai ikon Desa Plangkrongan sebagai daerah asalnya.

"Harapannya tentu ingin mengangkat Durian Saman dan dikelola bersama menjadi satu pintu. Semoga ke depan bukan hanya menjadi kearifan buah lokal desa, tapi kalau bisa jadi ikon Kabupaten Magetan, seperti halnya Jeruk Pamelo Magetan," ujarnya berharap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.