Sejarah 11 Januari: Tragedi Runtuhnya Gunung Huascaran di Peru, 4.000 Orang Tewas
Kamis, 12 Jan 2023, 12:08 WIBSalah satu insiden longsor paling mematikan dalam sejarah tercatat terjadi pada hari ini 56 tahun silam atau tepatnya 11 Januari 1962. Sebanyak 4.000 orang dilaporkan tewas usai puncak salju Gunung Huascaran runtuh.
Termasuk dalam rangkaian dari Pegunungan Andes yang merupakan pegunungan terpanjang di dunia, Gunung Huascaran merupakan gunung tertinggi di Peru sekaligus gunung tertinggi keempat di kawasan Amerika Selatan. Ketinggiannya diperkirakan mencapai 6.768 meter di atas permukaan laut.
Di bawahnya, terdapat banyak komunitas penduduk Peru, yang menggantungkan hidupnya dengan bertani di Lembah Rio Santa.
Kejadian mengerikan itu terjadi ketika sebagian besar penduduk di wilayah itu berkumpul di rumah mereka untuk makan malam. Melansir History, ujung gletser raksasa Gunung Huascaran tiba-tiba pecah dan memicu bunyi gemuruh yang berisik.
Balok es yang diperkirakan seukuran dua gedung pencakar langit dengan berat sekitar 6 juta ton, tiba-tiba saja jatuh dan mengeluarkan suara keras yang terdengar sejumlah pemukiman di kaki Gunung Huascaran.
Karena longsoran salju bukanlah hal yang aneh di daerah tersebut, sudah menjadi rahasia umum bahwa biasanya ada jeda 20 hingga 30 menit antara suara es yang pecah dengan longsoran salju. Dengan kata lain, orang-orang biasanya memiliki waktu yang cukup untuk melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi.
Sayangnya nasib berkata lain, longsoran salju menempuh jarak sembilan setengah mil hanya dalam waktu tujuh menit. Menyebabkan beberapa pemukiman warga di kaki gunung tersapu bersih oleh salju.
Kota Ranrahirca dan Kota Huarascucho terkubur di bawah es setinggi 40 kaki. Hanya segelintir orang di setiap kota yang selamat.
Longsoran salju yang akhirnya berakhir di Sungai Santa juga menyebabkan banjir di daerah terdekat.
Secara keseluruhan, sekitar 4.000 orang tewas dalam longsoran salju. Beberapa mayat dibawa sampai ke Samudera Pasifik dekat Chimbote, 100 mil jauhnya.
Sementara mereka yang tak beruntung, terkubur di bawah begitu banyak puing sehingga tubuh mereka tidak pernah ditemukan.
Taka hanya manusia, 10.000 hewan ternak dan tanaman bernilai jutaan dolar juga tak luput jadi korban keganasan longsoran salju Gunung Huascaran.
Delapan tahun kemudian, gempa bumi menyebabkan longsoran salju yang mengerikan di daerah yang sama.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
Banjir Bandang Papua Telan Korban, Pencarian Berpacu dengan Waktu
-
MU Kontra Liverpool, Laga Tim Terpuruk
-
Rupiah Masih Tertekan, 6 Februari 2026
-
Angin Kencang Terjang Bondowoso: Puluhan Rumah Warga di 7 Desa Dilaporkan Rusak
-
Keracunan MBG Belum Tak Ada Solusi. Menkeu Segera Memotong Anggaran MBG, Tak Gubris Luhut
-
Otorita Targetkan 60 Persen Daur Ulang Sampah pada 2035
-
Reboot Film "Buffy the Vampire Slayer" Dibatalkan, Penggemar Kecewa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.