Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemda Diminta Jangan Ragu Minta Dukungan soal Distribusi Pangan

📅 Kamis, 12 Jan 2023, 17:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemda Diminta Jangan Ragu Minta Dukungan soal Distribusi Pangan Doc: ANTARA/Kuntum Riswan.
Ket. Tangkapan layar - Plt. Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Ekonomi dan Pembangunan La Ode Ahmad dalam Seminar Nasional INDEF yang disaksikan secara daring, Kamis (12/1/2023).

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri menegaskan agar pemerintah daerah tidak ragu meminta dukungan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat untuk memperlancar distribusi pangan demi menjaga lonjakan inflasi.

"Komunikasi harus bagus, daerah lumbung (pangan) tapi jalan kurang bagus tapi kalau dibiayai sendiri rasa-rasanya akan menggerus APBD. Sehingga mohon dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Nasional, kita koordinasikan," kata Plt. Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Ekonomi dan Pembangunan La Ode Ahmad dalam Seminar Nasional INDEF yang disaksikan secara daring, di Jakarta, Kamis (12/1).

La Ode menyampaikan pengendalian inflasi sangat bergantung pada kelancaran distribusi. Jika suatu daerah dapat menjadi lumbung bahan-bahan pangan, namun distribusinya terganggu maka harga pangan di daerah tersebut akan menjadi mahal karena adanya kesulitan dalam menjangkau sentra produksi.

"Pengembangan pertanian itu didukung oleh salah satunya sarana transportasi, infrastruktur maupun moda transportasi. Kalau jalan dan moda transportasi tidak memadai pasti akan berpengaruh terhadap harga," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan kelancaran distribusi merupakan satu dari empat upaya Kemendagri dalam menekan inflasi yang tertuang pada peta jalan pengendalian inflasi 2022-2024 yang berfokus pada akselerasi perbaikan struktural dengan mendorong adopsi digital untuk stabilitas inflasi dan pemulihan ekonomi menuju Indonesia Maju.

Selain menjaga kelancaran distribusi, Kemendagri juga menjaga keterjangkauan harga dengan melakukan stabilisasi harga dan mengelola permintaan. Lalu, menjaga ketersediaan pasokan melalui berbagai upaya seperti digital farming dan food estate, korporatisasi petani hingga digitalisasi UMKM hilir. Kemudian komunikasi efektif melalui penyediaan ada serta kebijakan yang menjaga ekspektasi inflasi.

"Kemudian sharing data. Jadi masing-masing daerah antara kabupaten/kota jangan berdiri sendiri harus saling koneksi," ucap La Ode.

Adapun Kemendagri juga telah melakukan sejumlah hal untuk mengendalikan inflasi, diantaranya mengaktifkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), mengaktifkan satgas pangan, memberikan subsidi tepat sasaran ke masyarakat tidak mampu, hingga mengintensifkan jaring pengaman sosial.

"Inflasi itu menurut saya setiap hari sehingga kita perlu menyiapkan sebuah sistem yang bisa dianalisis setiap hari dan masing-masing pemangku kepentingan harus duduk bersama," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Bapanas: Realisasi Distribu...

Sentimen Negatif Dominan, 14 Juli 2026

37 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Sentimen Negatif Dominan, 1...

Laporta Tegaskan Raphinha Bertahan di Barcelona

42 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Laporta Tegaskan Raphinha B...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.