Tiongkok Serukan Kerja Sama Dunia Atasi Covid-19

Rabu, 11 Jan 2023, 00:00 WIB

JAKARTA - Tiongkok mengajak semua pihak bekerja sama untuk memastikan arus personel antarnegara yang aman dan lancar sehingga dapat berkontribusi terhadap solidaritas internasional dalam perang melawan Covid-19 dan memperkuat upaya pemulihan ekonomi global.

"Kami berharap semua pihak akan menjunjung tinggi prinsip-prinsip ilmiah dan bekerja sama untuk memastikan arus personel antarnegara yang aman dan lancar, sehingga dapat berkontribusi terhadap solidaritas internasional dalam perang melawan Covid-19 dan pemulihan ekonomi global," kata juru bicara Kemenlu Tiongkok, Wang Wenbin, seperti dikutip dari Antara, Selasa (10/1).

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: Covid19.go.id

Menurut Wang, Tiongkok selalu berkomitmen membagikan informasi tentang pemantauan mutasi virus dan kelompok yang terinfeksi kepada masyarakat internasional secara tepat waktu, terbuka, dan transparan.

Selama tiga tahun terakhir, tambah Wang, Tiongkok telah melakukan lebih dari 60 pertukaran teknis dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), termasuk empat pertukaran dalam kurun waktu satu bulan belum lama ini.

Sejak Covid-19 mulai merebak, Tiongkok selalu memprioritaskan rakyat dan nyawa mereka. Wang mengatakan Omicron jauh lebih tidak patogenik dan mematikan. Tiongkok telah meningkatkan kapasitasnya dalam hal perawatan medis, deteksi patogen, dan vaksinasi.

Pada pernyataan yang disampaikan dalam konferensi pers rutin ini, Wang mengatakan Tiongkok telah mengambil inisiatif untuk menyempurnakan kebijakan respons Covid-19 dengan mempertimbangkan situasi pandemi saat ini.

Kerahkan Segala Upaya

Saat ini, tambah Wang, dengan fokus pada kesehatan dan pencegahan kasus parah, sejumlah departemen terkait di Tiongkok mengerahkan segala upaya untuk mengalokasikan sumber daya medis, menjamin produksi obat, pasokan, dan cakupan vaksinasi, serta melindungi kelompok-kelompok utama seperti warga lanjut usia, wanita hamil, dan anak-anak, guna mengurangi jumlah kasus parah dan kematian dengan segala cara yang memungkinkan.

Menurut juru bicara itu, situasi epidemi di Tiongkok secara keseluruhan telah membaik. Beberapa provinsi dan kota telah melewati puncak Covid-19, sementara aktivitas produksi dan kehidupan kembali berjalan normal dengan cepat.

Kedutaan Besar Tiongkok di Seoul mulai Selasa (10/1) menangguhkan pelayanan penerbitan visa bagi warga negara Korsel. Penangguhan berlaku bagi visa kunjungan singkat untuk keperluan bisnis, pariwisata, pelayanan kesehatan, transit, dan keperluan pribadi, demikian diumumkan Kedutaan Besar Tiongkok di Seoul.

Keputusan tersebut diambil untuk menyesuaikan keputusan pihak Korsel yang memberlakukan persyaratan diskriminatif terhadap para pelaku perjalanan dari Tiongkok, kata Kedubes Tiongkok.

Sebelumnya, Wang menegaskan akan mengambil tindakan balasan terhadap beberapa negara yang dianggap bertindak diskriminatif terhadap warga negara Tiongkok terkait Covid-19. "Tiongkok menolak semua tindakan itu dan akan mengambil tindakan timbal balik," kata Wang.

Kepolisian Korsel pada Kamis (5/1) menangkap seorang pria berkewarganegaraan Tiongkok yang menghilang setelah diketahui positif Covid-19 saat tiba di bandara Incheon pada Selasa (3/1). "Orang tersebut ditemukan di sebuah hotel di Seoul siang ini," kata seorang polisi.

Dia menambahkan pria berusia 40 tahun itu akan dibawa ke sebuah fasilitas untuk menjalani tujuh hari karantina. "Kami berencana menyelidiki orang tersebut begitu masa isolasi wajibnya selesai," lanjutnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.