Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asal Usul Metode Persalinan ERACS yang Bantu Ibu Pulih Lebih Cepat

📅 Minggu, 08 Jan 2023, 13:47 WIB | Oleh:
Asal Usul Metode Persalinan ERACS yang Bantu Ibu Pulih Lebih Cepat Doc: Freepik/Drobotdean
Ket. Ilustrasi.

Metode melahirkan caesar dengan Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) kini jadi pilihan banyak ibu hamil. Alasannya sederhana, metode ini terbukti bisa membuat pasien lebih cepat pulih pascaoperasi.

Apabila setelah menjalani operasi caesar, para Ibu harus menjalani perawatan rumah sakit yang lama, metode ERACS dapat membuat rasa sakit setelah operasi caesar berkurang besar sehingga wanita bisa segera kembali ke rumah dan berfokus merawat buah hati.

ERACS bahkan diklaim bisa membuat ibu duduk, berjalan dan melakukan beberapa aktivitas hanya dalam waktu dua jam setelah melahirkan. Dengan kata lain, para Ibu dapat langsung menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal tanpa perlu merasakan rasa sakit yang dirasakan dari operasi caesar.

ERACS awalnya digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan pasien bedah rawat jalan yang dikenal dengan sebutan Enhanced Recovery After Surgery (ERAS). Di negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang, lama perawatan pasca operasi menjadi isu yang sangat diperhatikan.

Mereka terus berupaya untuk memperpendek lama perawatan dan penyembuhan pasien pasca operasi. ERAS berguna untuk meningkatkan kontrol nyeri dan mengurangi mual serta muntah pasca operasi. Dengan ERAS, pasien yang telah menjalani operasi bedah tidak perlu perawatan di rumah sakit lebih lama.

Barulah pada 2018, metode ERAS diadopsi pada wanita yang melahirkan melalui operasi sesar yang kemudian dikenal dengan sebutan ERACS.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, ERACS merupakan protokol baru pada metode persalinan operasi caesar, yang bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan dengan mengoptimalkan kesehatan ibu sebelum, selama, dan setelah menjalani persalinan caesar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.