• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sejarah Resolusi Tahun Bar...

Sejarah Resolusi Tahun Baru dan Praktik Keagamaan 4 Ribu Tahun Silam

Kamis, 05 Jan 2023, 12:02 WIB

Tahun baru identik dengan resolusi baru. Entah itu, menurunkan berat badan, berusaha lebih rajin, atau memulai investasi, banyak orang yang membuat janji pada diri sendiri untuk mencapai atau mengubah sesuatu dalam hidup mereka.

Faktanya, resolusi tahun baru sudah ada sejak dulu. Orang pertama yang dikatakan melakukannya adalah orang Babilonia sekitar 4.000 tahun yang lalu, mereka juga tercatat sebagai yang pertama mengadakan perayaan untuk menghormati pergantian tahun.

Ket. Foto: Ilustrasi perayaan tahun baru. — Sumber: Freepik/Rawpixel

Bedanya, orang Babilonia kuno tidak merayakan tahun baru pada bulan Januari melainkan pada pertengahan Maret ketika tanaman ditanam.

Merangkum laman History, selama festival keagamaan besar-besaran selama 12 hari yang dikenal sebagai Akitu, orang Babilonia menobatkan raja baru atau menegaskan kembali kesetiaan mereka kepada raja yang berkuasa. Mereka juga berjanji kepada para dewa untuk membayar hutang mereka dan mengembalikan benda apa pun yang mereka pinjam.

Janji-janji inilah yang dianggap sebagai pelopor resolusi tahun baru yang umum dilakukan hingga saat ini.

Jika orang Babilonia menepati janjinya, para dewa-dewa akan memberikan nikmat seperrti panen yang melimpah pada tahun yang akan datang. Jika tidak, mereka tidak akan disukai para dewa.

Praktek serupa terjadi di Roma kuno sekitar tahun 46 sebelum Masehi (SM), setelah Julius Caesar mengutak-atik kalender dan menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun baru. Ia menamai bulan pertama kalender Romawi dengan nama Janus yang didasarkan pada Dewa Janus.

Dalam mitologi bangsa Romawi, Dewa Janus adalah dewa permulaan dan akhir. Bangsa Romawi percaya bahwa Janus secara simbolis berarti "melihat ke belakang, ke tahun sebelumnya dan ke masa depan".

Untuk merayakan tahun baru, bangsa Romawi akan mempersembahkan korban kepada dewa dan membuat janji untuk berperilaku yang baik pada tahun yang akan datang.

Sementara bagi orang Kristen, hari pertama tahun baru menjadi kesempatan untuk merenungkan kesalahan di masa lalu dan bertekad untuk menjadi lebih baik di masa depan.

Sejak 1740, gereja-gereja Protestan Evangelis, terutama denominasi dan jemaat Afrika-Amerika rutin melangsungkan kebaktian malam setiap malam tahun baru untuk berdoa dan membuat resolusi untuk tahun yang akan datang.

Terlepas dari akar tradisi agama, sebagian besar resolusi tahun baru saat ini merupakan praktik sekuler.

Alih-alih membuat janji kepada Tuhan, kebanyakan orang membuat resolusi hanya untuk diri mereka sendiri. Sayangnya, tak banyak dari mereka yang mampu mewujudkan resolusi tersebut.

Menurut penelitian terbaru, sebanyak 45 persen orang Amerika mengatakan mereka biasanya membuat resolusi tahun baru, namun hanya 8 persen yang berhasil mencapai tujuan mereka.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.