Tirani Awalnya Tercipta dari Pemerintahan Baik
📅 Jumat, 09 Des 2022, 00:00 WIB | Oleh: Haryo BronoPenerusnya Solon (640-560) kemudian mencabut banyak hukum draconian, kecuali yang berhubungan langsung dengan pembunuhan. Ia dianggap sebagai politisi dan penyair, bahkan menolak untuk menerima kekuasaan absolut.
Bagi Herodotus, dia adalah seorang bijak sekaligus pemberi hukum. Karena keuntungan yang tak terhitung terlihat dalam banyak reformasinya, dia diberikan kekuasaan untuk merevisi konstitusi dan undang-undang yang tidak sehat.
Di antara reformasi awalnya adalah mengatur ulang orang Athena menjadi empat kelas berbeda yaitu pentakosiomedimnoi, hippeis, zeugitai, dan thetes. Kelas-kelas ini adalah dasar dari semua hak politik. Dia menciptakan kode hukum baru, menggantikan pendahulunya, Draco.
Dia memprakarsai kategori tuntutan hukum baru di mana setiap warga negara dapat menuntut di pengadilan. Sejarawan Plutarch (50 hingga 125 M) menulis bahwa dia menyusun hukumnya sehingga dia dapat membuktikan kepada sesama orang Athena bahwa kejujuran selalu lebih baik daripada kriminalitas.
Dia dipandang oleh orang kaya sebagai orang yang dapat diterima karena kekayaannya sendiri dan oleh orang miskin karena integritasnya. Plutarch mengutip ucapannya, "Meskipun tirani mungkin tempat yang menyenangkan, tidak ada jalan untuk mundur darinya." Sikap ini, menurut Plutarch, membuatnya banyak dicemooh.
Namun, sejarawan itu menambahkan bahwa penolakannya terhadap tirani tidak berarti bahwa penanganan urusannya sangat lembut, atau bahwa dia dengan patuh tunduk pada orang-orang berpengaruh atau memberlakukan jenis undang-undang yang menurutnya akan menyenangkan mereka yang telah memilihnya.
Pada 500 SM, sistem tersebut memungkinkan banyak warga pria dewasa untuk berpartisipasi dalam pemerintahan kota. Sementara dianggap oleh beberapa orang sebagai pendiri demokrasi Athena, yang lain kembali ke Solon atau bahkan Theseus.
Meskipun Cleisthenes memprakarsai sejumlah reformasi yang luas, itu akan menjadi setengah abad lagi sebelum konstitusi Athena menjadi sepenuhnya demokratis. Sejarawan Herodotus dalam Histories-nya menulis, "Meskipun Athena pernah menjadi kota besar sebelumnya, kota ini menjadi lebih besar setelah menyingkirkan para tiran," tulis dia.
Donald L Wasson, pengajar sejarah kuno abad pertengahan di Lincoln College, Amerika Serikat menyatakan kekuasaan tirani yang kejam menjadi jalan bagi terciptanya pemerintahan demokrasi. Namun demikian demokrasi juga dapat melahirkan tirani.
Buku The Republic Plato (348 - 347 SM) menyatakan bahwa sifat tirani muncul dari demokrasi. "Keinginan yang berlebihan untuk kebebasan dengan mengorbankan segalanya adalah apa yang merusak demokrasi dan mengarah pada tuntutan akan tirani," kata dia.
Aristoteles (384-322 SM) berpendapat bahwa bentuk pemerintahan terbaik adalah monarki, aristokrasi, dan republik konstitusional. Namun jika sistem tersebut rusak maka bisa berubah menjadi tirani, oligarki, dan demokrasi. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!