Tirani Awalnya Tercipta dari Pemerintahan Baik
Jumat, 09 Des 2022, 00:00 WIB | Oleh: Haryo BronoRamalan itu terbukti benar. Herodotus menulis bahwa Cypselus dewasa membuang banyak orang Korintus, "Merampas banyak harta milik mereka, tetapi jumlah terbesar sejauh ini kehilangan nyawa mereka," kata dia.
Seperti banyak tiran lainnya, dia mencapai beberapa hal positif untuk Korintus. Dia membangun perbendaharaan Delphi dan dengan armada yang kuat mendirikan koloni di barat laut Yunani. Terakhir, dia juga disebut merancang sistem kesukuan Korintus.
Menggantikan ayahnya pada 627 SM, Periander dipandang oleh banyak orang sebagai tipikal tiran yang menindas. Herodotus menulis bahwa dia "tentu saja seorang penguasa yang lebih lembut daripada ayahnya, tetapi setelah berkomunikasi dengan Thrasybulus, tiran Miletus, dia menjadi jauh lebih haus darah daripada yang pernah dialami Kypselos (Cypselus)."
Tiran Miletus mendorong Periander muda untuk membunuh orang-orang terkemuka di Korintus. "Saat itulah dia menunjukkan segala jenis kejahatan kepada warga. ... Periander menyelesaikan semua yang telah ditinggalkan Kypselos dalam pembunuhan dan pengusiran Korintus," lanjut Herodotus. Ia bahkan membunuh istrinya sendiri.
Meskipun dia mendukung program pembangunan ekstensif seperti membangun pelabuhan buatan, dia menyerang kemewahan dan kepemilikan budak. Dia menetapkan putranya Lycophron sebagai tiran di Corcyra, mendirikan Potidaea sebagai koloni di Laut Aegea, dan menunjukkan reputasinya yang suka berperang dengan menyerang polis kecil Epidaurus dan menangkap Procles tiran, ayah mertuanya.
Setelah kematiannya pada 587 SM, dia menunjuk Lycophron untuk menggantikannya. Namun, dia dibunuh sebelum dia bisa meninggalkan Corcyra ke Korintus.
Periander digantikan oleh keponakannya Psammetichus, yang terakhir dari tiran Cypselid. Akhir dinasti diprediksikan oleh Peramal Delphi yang diberikan kepada ayah Periander: "Dia [Cypselus] dan putra-putranya akan makmur, tetapi putra dari putranya, tidak lagi," papar dia. hay/I-1
Reformasi Hukum "Draconian"
Di Yunani kuno para tiran atau penguasa yang menjalankan kekuasaan sewenang-wenang membuat konstitusi yang diperkenalkan oleh tiran Athena, Draco (621 SM). Ia menjadi orang yang pertama yang menulis hukum di negara-kota Athena.
Draco memberlakukan serangkaian undang-undang yang tidak berperasaan di mana bahkan pelanggaran kecil seperti mencuri buah dan sayuran mendapat hukuman berat. Sementara pelanggaran yang kecil seringkali mendapatkan ganjaran dihukum mati.
Di bawah kekuasaan Draco, pelanggaran berat seperti perampokan kuil atau pembunuhan tentu saja tidak ada ampun. Hukumnya dianggap sangat ketat sehingga dia pernah dituduh menulisnya dengan darah. Istilah draconian yang artinya kejam berasal dari nama Draco yang menerapkan hukumnya dengan keras.
Penerusnya Solon (640-560) kemudian mencabut banyak hukum draconian, kecuali yang berhubungan langsung dengan pembunuhan. Ia dianggap sebagai politisi dan penyair, bahkan menolak untuk menerima kekuasaan absolut.
Bagi Herodotus, dia adalah seorang bijak sekaligus pemberi hukum. Karena keuntungan yang tak terhitung terlihat dalam banyak reformasinya, dia diberikan kekuasaan untuk merevisi konstitusi dan undang-undang yang tidak sehat.
Di antara reformasi awalnya adalah mengatur ulang orang Athena menjadi empat kelas berbeda yaitu pentakosiomedimnoi, hippeis, zeugitai, dan thetes. Kelas-kelas ini adalah dasar dari semua hak politik. Dia menciptakan kode hukum baru, menggantikan pendahulunya, Draco.
Dia memprakarsai kategori tuntutan hukum baru di mana setiap warga negara dapat menuntut di pengadilan. Sejarawan Plutarch (50 hingga 125 M) menulis bahwa dia menyusun hukumnya sehingga dia dapat membuktikan kepada sesama orang Athena bahwa kejujuran selalu lebih baik daripada kriminalitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!