AMR Ancam Produktivitas Ternak

Rabu, 23 Nov 2022, 09:42 WIB

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan subsektor peternakan berperan penting dalam upaya mengendalikan resistensi antimikroba (AMR).

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah, menyatakan Antimicrobial Resistance (AMR) dapat mengancam produktivitas ternak dan berpotensi menghambat penyediaan pangan bagi masyarakat. Sebab, hewan ternak sakit akan kehilangan kemampuannya membunuh mikroorganisme yang menginfeksinya.

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

"Resistensi antimikroba tidak hanya berdampak pada meningkatnya tantangan manajemen kesehatan hewan, namun juga ancaman bagi kesehatan masyarakat karena bakteri resisten dapat menyebar melalui rantai makanan," ungkap Nasrullah di Jakarta, Selasa (22/11).

Antimikroba sangat diperlukan bagi subsektor peternakan, dan banyak digunakan di industri perunggasan. Karenanya, dibutuhkan inisiatif dari pihak industri perunggasan untuk berperan secara konkret dalam upaya pencegahan AMR melalui penerapan praktik-praktik yang baik di tingkat budidaya dan penyediaan pangan asal hewan.

Nasrullah juga menegaskan momentum ini menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama Public Private Partnership (PPP) industri perunggasan dalam melakukan praktik, baik penggunaan antimikroba yang bijak dan bertanggung jawab.

Seperti diketahui, Kementan bersama World Organization of Animal Health (WOAH), Badan Pangan dan Pertanian (FAO) serta industri perunggasan dan farmasi hari ini mendeklarasikan langkah-langkah konkret untuk mencegah resistensi Antimikroba atau AMR di Indonesia.

Dari deklarasi tetsebut, ada lima poin penting untuk mendorong pencegahan AMR, terutama di lingkup industri perunggasan dan farmasi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.